Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng, Banyuwangi, menggelar tasyakuran 3 in 1 pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSM) PRM Jalen tersebut menggabungkan tiga momentum sekaligus, yakni renungan menyambut HUT ke-81 RI, menyongsong Maulid Nabi Muhammad SAW, serta peresmian sarana olahraga bulutangkis milik PRM Jalen.
Kegiatan tersebut berawal dari selesainya pembangunan sarana olahraga bulutangkis yang memanfaatkan sebagian sisa bangunan GSM PRM Jalen. Pembangunan tersebut rampung pada awal Agustus 2026.
Sejumlah warga kemudian mengusulkan agar sarana olahraga tersebut diresmikan sekaligus disyukuri bersama. Selain menjadi aset baru persyarikatan, pembangunan fasilitas tersebut juga melibatkan dukungan warga Muhammadiyah, khususnya jamaah PRM Jalen, baik dalam bentuk dana, material, tenaga, maupun pemikiran.
Usulan tersebut langsung direspons Ketua PRM Jalen dengan menggelar rapat dan musyawarah. Hasilnya, peresmian sarana olahraga disatukan dengan peringatan Maulid Nabi dan HUT RI. Kegiatan kemudian ditetapkan pada 2 Rabiul Awal 1448 H yang bertepatan dengan 15 Agustus 2026 dan dikemas dalam bentuk pengajian malam hari.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, lantunan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah. Acara dilanjutkan dengan sambutan, mauidhah hasanah, serta doa penutup. Kegiatan dipandu tokoh Pemuda Muhammadiyah Ranting Jalen, Reyhan Iftitan Ramadhanu.
Tasyakuran 3 in 1
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jamaah dan unsur warga Muhammadiyah di Jalen, mulai dari PRM, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM), Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA), Tapak Suci, guru SD Muhammadiyah 9, guru TK ABA VII, pengurus TPA, madrasah diniyah, hingga pengurus panti asuhan.
Sambutan pertama disampaikan H. Nawachid, M.Pd., selaku penasihat PRM Jalen sekaligus Ketua Takmir Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen.
Dalam sambutannya, H. Nawachid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh jamaah yang telah berkontribusi dalam pembangunan sarana olahraga bulutangkis.
“Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah membantu, baik berupa dana, material, tenaga, maupun pemikiran hingga terselesaikannya sarana olahraga bulutangkis ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peresmian sarana olahraga tersebut digabungkan dengan peringatan Maulid Nabi atas usulan para ibu-ibu. Konsumsi kegiatan juga ditanggung oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah Jalen.
Menurutnya, kegiatan malam itu disebut tasyakuran 3 in 1 karena memuat tiga momentum sekaligus, yakni HUT ke-81 RI, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan peresmian sarana olahraga bulutangkis.
Menjaga Nilai Historis dan Religius
Setelah sambutan pertama, acara dilanjutkan dengan laporan panitia pembangunan sarana olahraga bulutangkis. Ketua panitia menyampaikan bahwa total anggaran pembangunan mencapai Rp26.450.500.
Anggaran tersebut kemudian dijelaskan secara rinci kepada jamaah sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban atas pembangunan fasilitas olahraga milik persyarikatan.
Acara dilanjutkan dengan mauidhah hasanah yang disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Ustadz Taslim, M.Pd.
Dalam ceramahnya, Ustadz Taslim mengupas tema yang tertera pada banner kegiatan, yaitu “Mengkolaborasikan Pengembangan Persyarikatan dalam Upaya Menjaga Nilai Histori dan Menjaga Nilai Religi”.
Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga nilai penting yang dapat dipetik dari kegiatan tersebut, yakni pengembangan persyarikatan, nilai sejarah, dan nilai keagamaan.
Dengan menguatkan penjelasannya melalui ayat Al-Qur’an, hadis, dan pendapat ulama, Ustadz Taslim menguraikan pentingnya menjaga keberlangsungan persyarikatan sekaligus merawat nilai sejarah dan religius dalam setiap kegiatan Muhammadiyah.
Mauidhah hasanah berakhir sekitar pukul 21.00 WIB dan dilanjutkan dengan doa tasyakuran. Dengan demikian, rangkaian tasyakuran 3 in 1 PRM Jalen resmi ditutup. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments