Ratusan Pandu Athfal Hizbul Wathan (HW) SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) mengikuti Perkemahan Satu Hari (Persari) di halaman sekolah, Sabtu (3/10/2026).
Mengusung tema “Peduli, Mandiri, dan Berprestasi”, kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan sejak dini.
Kegiatan dibuka Kepala SD Musix, Munahar, M.Pd. Dalam amanatnya, Munahar membangkitkan semangat peserta melalui kisah keteladanan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dikenal sebagai kader Muhammadiyah sekaligus tokoh kepanduan Hizbul Wathan.
“Siapa yang sudah pernah tahu Monumen Jenderal Soedirman?” tanya Munahar kepada peserta.
“Saya, Ustadz! Pernah lihat di dekat Lapangan Balai Kota,” jawab salah seorang siswa yang disambut riuh teman-temannya.
Munahar kemudian menceritakan perjuangan Jenderal Soedirman memimpin gerilya menghadapi penjajah meskipun kondisi kesehatannya tidak prima. Menurutnya, semangat pantang menyerah tersebut dapat menjadi teladan bagi para Pandu Athfal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Raga boleh sakit, tetapi semangat perjuangan tidak boleh sakit. Jadilah kalian Soedirman-Soedirman muda yang selalu berani membela kebenaran,” pesannya.
Kenalkan Kepanduan Hizbul Wathan
Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan materi kepanduan. Ketua Panitia Persari Warno Wisanggeni menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan dasar-dasar kepanduan Hizbul Wathan melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak.
“Materi Persari hari ini meliputi tepuk khas HW, filosofi warna seragam, pengenalan pahlawan nasional kader HW, hingga berbagai permainan ketangkasan,” jelas Warno.
Para peserta kemudian mengikuti berbagai aktivitas secara berkelompok. Pembina memberikan arahan sekaligus membangun semangat agar siswa tetap aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Cuaca yang cukup panas sempat membuat beberapa siswa mengeluh. Namun, para pembina segera memberikan motivasi dan pendampingan sehingga peserta kembali bersemangat.
Berbagai permainan edukatif dan aktivitas ketangkasan membuat suasana Persari semakin meriah. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman tentang kepanduan, tetapi juga belajar bekerja sama, mengikuti aturan, berani tampil, dan menyelesaikan tantangan bersama kelompok.
Melalui Persari, SD Musix berupaya menanamkan nilai kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, dan semangat berprestasi kepada para Pandu Athfal. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh keakraban hingga seluruh rangkaian acara berakhir. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments