Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hadapi TKA, Kepala Smamda Ajak Orang Tua dan Murid Berkolaborasi

Iklan Landscape Smamda
Hadapi TKA, Kepala Smamda Ajak Orang Tua dan Murid Berkolaborasi
Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin memberikan sambutan pada Seminar Parenting Kelas XII di Auditorium KH AR Fachrudin, Sabtu (3/10/2026). Foto: Moh. Ernam
pwmu.co -

Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo M Zainul Arifin mengajak orang tua, sekolah, guru, dan murid berkolaborasi dalam mendampingi persiapan kelas XII menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Hal itu disampaikan Zainul saat memberikan sambutan dalam Seminar Parenting Kelas XII bertema “Pentingnya Kolaborasi Wali Murid dan Sekolah demi Suksesnya Murid Kelas XII dalam Menghadapi dan Mengikuti TKA” di Auditorium KH AR Fachrudin Smamda Sidoarjo, Sabtu (3/10/2026).

“Sekolah dan orang tua tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sekolah mendampingi proses belajar dan menguatkan kompetensi, orang tua menguatkan mental dan semangat, sedangkan anak-anaklah yang berjuang memberikan usaha terbaiknya,” ujarnya.

Menurut Zainul, kelas XII merupakan fase penting karena murid menghadapi berbagai tantangan sekaligus kesempatan untuk mempersiapkan masa depan. Salah satunya melalui TKA yang menjadi bagian dari pemetaan kemampuan akademik murid.

Ia menjelaskan, TKA bukan sekadar ujian untuk menentukan kelulusan. Hasil TKA dapat menjadi salah satu gambaran kemampuan akademik dan kesiapan murid untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Jangan takut menghadapi TKA. Hadapi dengan persiapan, bukan kecemasan. Hadapi dengan latihan, bukan keluhan. Hadapi dengan doa dan ikhtiar, bukan hanya harapan,” pesannya.

Orang Tua Beri Tekanan yang Sehat

Zainul mengingatkan orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak. Menurutnya, murid kelas XII dapat mengalami kelelahan, kecemasan, takut gagal, atau merasa target yang dihadapi terlalu berat.

Dalam kondisi tersebut, anak tidak selalu membutuhkan nasihat panjang. Terkadang mereka hanya membutuhkan dukungan sederhana dari orang tua.

“Bapak dan Ibu boleh berkata, ‘Kami percaya kamu mampu. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tidak harus sempurna, tetapi berikan usaha yang terbaik,’” tuturnya.

Ia mengajak orang tua mengubah pola komunikasi dengan anak. Tidak hanya bertanya, “Sudah belajar belum?”, tetapi juga menanyakan, “Apa yang bisa Ayah dan Bunda bantu?” atau “Bagaimana perasaanmu hari ini?”

Menurut Zainul, komunikasi seperti itu dapat membuat anak merasa memiliki pendamping dalam menjalani proses belajar.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak membandingkan anak dengan saudara, teman, atau bahkan dirinya sendiri ketika masih sekolah.

“Jangan mengatakan, ‘Kakakmu dulu bisa, kamu harus bisa.’ Biarkan mereka belajar sesuai dengan kemampuan dan potensinya,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, target pendidikan kelas XII tidak hanya memperoleh nilai tinggi. Sekolah juga ingin membentuk murid yang percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki daya saing, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Murid Harus Berjuang

Di hadapan murid kelas XII, Zainul menegaskan bahwa orang tua dan guru tidak mungkin menggantikan perjuangan mereka.

“Orang tua dan guru bisa memberikan fasilitas, pendampingan, dan motivasi. Tetapi yang belajar adalah kalian. Yang menentukan seberapa besar usaha kalian juga kalian sendiri,” tegasnya.

Ia mengajak murid membuat komitmen untuk belajar sungguh-sungguh, berdoa, menjaga kesehatan, dan memberikan usaha terbaik untuk masa depan.

Zainul juga meminta orang tua membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman di rumah. Salah satunya dengan memperhatikan pola tidur dan penggunaan gawai.

“Kalau sudah masuk kamar, HP-nya dikumpulkan kepada orang tua. Jangan sampai melihat TikTok atau Instagram sampai tengah malam. Besoknya di sekolah mengantuk dan tidak bisa belajar dengan baik,” pesannya.

Ia berharap kolaborasi antara murid, orang tua, guru, dan sekolah dapat membantu kelas XII menghadapi seluruh proses pendidikan dengan percaya diri.

“Jangan biarkan anak-anak berjuang sendirian. Kita dampingi, kita percaya kepada mereka, kita doakan, dan kita dorong untuk memberikan yang terbaik sesuai kemampuan mereka,” ujarnya.

Zainul menegaskan, keberhasilan pendidikan bukan semata-mata tentang nilai. Lebih dari itu, sekolah ingin melepas murid kelas XII sebagai pribadi berilmu, berkarakter, berakhlak, memiliki daya saing, dan siap melanjutkan pendidikan.

“Bismillah, kita ikhtiar bersama. Bismillah, kita antarkan anak-anak kita menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 03/10/2026 09:41
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu