Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PCM Muntilan Berbagi Praktik Baik di Halalbihalal PCM/A Taman Madiun

Iklan Landscape Smamda
Ketua PCM Muntilan Berbagi Praktik Baik di Halalbihalal PCM/A Taman Madiun
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan, Magelang, Miftahudin, menjadi pembicara dalam acara Halalbihalal PCM/A Taman Kota Madiun yang digelar di Hall Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, Miftahudin secara khusus diundang untuk berbagi praktik baik pengelolaan dan pengembangan Muhammadiyah di PCM Muntilan kepada warga persyarikatan di Kota Madiun.

Dalam tausiyahnya, Miftahudin menyampaikan pesan inspiratif dengan gaya khas campuran Bahasa Indonesia dan Jawa.

“Muhammadiyah itu senang ibadah, suka memberi, tidak suka meminta. Setiap kali rapat selalu iuran,” ujarnya.

Pesan ini menegaskan bahwa semangat utama Muhammadiyah adalah keikhlasan dalam beramal dan berdakwah.

Miftahudin mengingatkan agar PCM/A Taman tidak merasa kecil dalam mengembangkan Muhammadiyah.

Ia mencontohkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gunungpring yang menjadi ranting unggulan nasional, meski berada di lingkungan mayoritas Nahdlatul Ulama.

“Di sana pusat pesantren NU, tapi Muhammadiyah tetap bisa berkembang dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyebut SD Muhammadiyah Gunungpring kini memiliki sekitar 750 siswa dan tengah menuju sekolah bertaraf internasional.

“Jenengan isin apa? Wong apik kok isin,” tegasnya, menyemangati peserta.

Miftahudin juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah bagi Indonesia, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Ada sekitar 170 universitas Muhammadiyah di Indonesia. Kalau Muhammadiyah berhenti sehari saja, akan terasa dampaknya,” ungkapnya.

Pesan penting lainnya adalah agar warga Muhammadiyah tidak mudah tersinggung terhadap kritik.

“Dikritik itu tidak apa-apa, karena kritik membangun. Jangan anti kritik,” ujarnya.

Ia bahkan berbagi pengalaman pernah menerima somasi saat baru menjabat sebagai ketua PCM.

“Saya senang, tidak masalah. Itu bagian dari kultur Muhammadiyah,” tambahnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Miftahudin mengingatkan perjuangan awal KH Ahmad Dahlan yang menghadapi penolakan, bahkan hingga mushola yang dibangunnya dibakar.

Namun dari perjuangan itulah Muhammadiyah tumbuh menjadi besar seperti sekarang.

“Kalau dulu beliau menyerah, Muhammadiyah tidak akan ada seperti sekarang,” tegasnya.

Dalam pengembangan organisasi, Miftahudin menekankan tiga konsep penting:

  • Taaruf: saling mengenal antar cabang
  • Ta’awun: saling membantu antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)
  • Tasamuh: toleransi dalam perbedaan

Ia mencontohkan bagaimana AUM besar di Muntilan membantu AUM kecil, termasuk dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Miftahudin mengajak warga Muhammadiyah untuk memiliki semangat juang tinggi dan tidak hanya fokus pada kesalehan pribadi.

Ia mengutip QS. At-Taubah ayat 41:

Infirukhifafawwaltsiqalawwajahidubi’amwalikumwaanfusikum fi sabilillah, dzalikumkhairullakumingkuntumta’lamun.

Ia menekankan bahwa perjuangan harus dilakukan dengan harta dan diri, serta memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kalau makin pintar, harus makin bermanfaat. Kalau makin tinggi jabatan, harus makin memberi dampak,” pesannya.

Di akhir tausiyah, Miftahudin mengingatkan agar dakwah tidak dilakukan untuk mencari pujian.

“Kalau tidak dipuji lalu tidak bergerak, itu bukan karakter Muhammadiyah,” tegasnya.

Acara Halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat dakwah, kebersamaan, dan militansi warga Muhammadiyah di Madiun.

Revisi Oleh:
  • Satria - 15/04/2026 13:25
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu