Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Dr. Drs. KH. Shodikin, M.Pd., memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) III yang diselenggarakan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (25/7/2026).
Dalam sambutannya, mewakili Bupati Lamongan sekaligus PDM Lamongan, KH. Shodikin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya fashmu III sekaligus menyambut hangat seluruh peserta dan pendamping yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Mengawali sambutannya dengan pantun, ia mengajak para tamu untuk menikmati keramahan Kota Lamongan.
“Pergi ke Lamongan beli nasi goreng, dimakan bersama teman di pinggiran taman. Selamat datang di Kota Lamongan yang begitu indah dan cukup nyaman,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia menjelaskan bahwa Lamongan merupakan daerah yang memiliki letak geografis strategis dengan garis pantai sepanjang sekitar 45 kilometer di pesisir Laut Jawa serta jumlah penduduk mencapai sekitar 1,34 juta jiwa. Berdasarkan data statistik, sekitar 99,6 persen penduduk Lamongan beragama Islam sehingga daerah tersebut memiliki kultur religius yang kuat.
“Lamongan sangat layak menjadi tempat penyelenggaraan Fashmu karena masyarakatnya memiliki kehidupan keagamaan yang sangat kuat,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Lamongan, Shodikin juga memperkenalkan sejumlah program strategis daerah, di antaranya program pendidikan berkualitas dan gratis bagi peserta didik yang membutuhkan, layanan kesehatan Home Care Service, pembangunan infrastruktur jalan melalui program Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula), Lamongan Menyala melalui pemasangan lampu penerangan jalan, UMKM Naik Kelas, hingga gerakan Lamongan Menghafal Al-Qur’an (GLMQ).
Menurutnya, seluruh program tersebut bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui program pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah.
“Festival Anak Sholeh bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari ikhtiar kita mempersiapkan kader-kader masa depan yang lebih baik dari generasi sekarang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Shodikin mengajak para orang tua untuk menjadikan kisah Nabi Ya’qub dan Nabi Ibrahim sebagai teladan dalam mendidik anak. Menurutnya, yang paling penting diwariskan kepada generasi penerus bukanlah harta, melainkan keimanan dan ketauhidan.
“Ketika Nabi Ya’qub menjelang wafat, yang beliau tanyakan kepada anak-anaknya bukan tentang harta, tetapi siapa yang akan mereka sembah setelah beliau tiada. Begitu pula Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mewariskan komitmen tauhid kepada generasi berikutnya. Inilah yang harus kita jaga, yaitu akidah dan tauhid anak-anak kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, kehidupan merupakan arena kompetisi. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki kompetensi yang unggul.
“Hidup adalah kompetisi. Dan pemenangnya adalah mereka yang memiliki kompetensi. Karena itu, kompetensi harus dipersiapkan sejak sekarang agar anak-anak kita mampu menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, KH. Shodikin berharap seluruh peserta merasa nyaman selama berada di Lamongan serta kelak menjadikan Universitas Muhammadiyah Lamongan sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Semoga seluruh peserta merasa betah di Lamongan dan suatu saat nanti kembali lagi untuk menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Lamongan,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments