Kabar membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran, Lamongan. Rasya Oktavian Hartama Putra, siswa Mamsaka, berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an dalam rangkaian Dauroh Tahfidz Angkatan XXIV Tahun 2026 yang diselenggarakan Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Lamongan, Sabtu (5/9/2026).
Capaian tersebut diraih setelah Rasya mengikuti program dauroh selama 14 hari. Namun, keberhasilan menyelesaikan hafalan 30 juz tersebut bukanlah proses yang dimulai dari nol.
Sejak masuk Aliyah Karangasem, Rasya telah mengikuti Dauroh Tahfidz sebanyak dua kali. Dari dua kali keikutsertaan tersebut, ia telah memiliki hafalan sebanyak 25 juz.
Dengan bekal tersebut, pada Dauroh Tahfidz kali ini Rasya tinggal menyelesaikan hafalan lima juz.
Lima juz terakhir berhasil diselesaikan dalam dua minggu pertama dari rangkaian program dauroh yang berlangsung selama satu bulan. Ketekunan tersebut akhirnya mengantarkan Rasya pada capaian istimewa, yakni mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mamsaka sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan tahfidz yang dilakukan secara berkelanjutan mampu mendorong siswa untuk semakin mencintai dan dekat dengan Al-Qur’an.
Dalam pesannya, Kabag Pendidikan Pondok Pesantren Karangasem Fatih Futhoni SPdI MPd menekankan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya ditandai dengan banyaknya ayat yang mampu dihafalkan. Lebih dari itu, hafalan tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Dalam kehidupan, yang paling penting adalah bagaimana kita memiliki akhlak Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dan menjadi pedoman dalam bersikap,” pesannya.
Menurutnya, menjadi seorang penghafal Al-Qur’an merupakan sebuah amanah. Karena itu, para peserta Dauroh Tahfidz diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan hafalannya, tetapi juga menjaga hafalan tersebut serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Sementara itu, Kepala Mamsaka Purwanto MPd menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih Rasya. Ia mengatakan, keberhasilan tersebut sejalan dengan program pembinaan tahfidz yang selama ini dikembangkan di Mamsaka.
“Alhamdulillah, dalam 14 hari Rasya sudah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz. Ini tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia menambahkan, capaian Rasya menjadi bukti bahwa pembinaan tahfidz di Mamsaka berjalan dan terus memberikan hasil.
“Setiap tahun, ketika Pondok Pesantren Karangasem mengadakan program Dauroh Tahfidz, selalu ada siswa Mamsaka yang berhasil mengkhatamkan 30 juz,” jelasnya.
Menurut Purwanto, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk mengikuti jejak para penghafal Al-Qur’an.
Ia juga berharap siswa yang telah menyelesaikan hafalannya mampu terus menjaga hafalan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan Rasya bukan sekadar pencapaian menyelesaikan hafalan 30 juz. Perjalanan dari 25 juz hingga akhirnya mampu menuntaskan lima juz terakhir menunjukkan pentingnya konsistensi, kesungguhan, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang Mamsaka dan Pondok Pesantren Karangasem dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.





0 Tanggapan
Empty Comments