Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketika Barang Bekas Menjadi Karya, Siswa Kelas 3 Belajar Kreatif Sekaligus Peduli Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Ketika Barang Bekas Menjadi Karya, Siswa Kelas 3 Belajar Kreatif Sekaligus Peduli Lingkungan
pwmu.co -

Kreativitas tidak selalu lahir dari sesuatu yang mahal. Barang-barang sederhana di sekitar dapat menjadi media untuk menciptakan karya ketika diolah dengan imajinasi dan kemauan untuk mencoba.

Hal itu ditunjukkan siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Banyutengah dalam kegiatan pembelajaran Seni Budaya yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memanfaatkan berbagai barang bekas yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kardus, plastik kresek, dan bahan bekas lainnya.

Benda-benda yang sebelumnya dianggap tidak terpakai diubah menjadi karya melalui tangan kreatif para siswa.

Sejak proses persiapan hingga penyelesaian karya, siswa terlihat antusias menuangkan ide masing-masing. Mereka belajar memilih bahan, menyusun bagian-bagian karya, memadukan bentuk, hingga memberikan sentuhan akhir sesuai kreativitas.

Bagi Aluna, salah satu siswa kelas 3, kegiatan tersebut menjadi pengalaman menyenangkan karena ia dapat membuat sesuatu dari barang yang sebelumnya sudah tidak digunakan.

“Senang bisa membuat karya dari barang bekas. Ternyata kardus dan plastik yang sudah tidak dipakai bisa dibuat menjadi sesuatu yang bagus,” ujar Aluna.

Hal senada disampaikan Kenzi. Menurutnya, kegiatan membuat karya dari barang bekas membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan karena siswa dapat berkreasi bersama teman-temannya.

“Seru karena bisa membuat sendiri sesuai ide kita. Jadi tahu kalau barang bekas masih bisa dimanfaatkan,” kata Kenzi.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang sederhana, tetapi memiliki makna. Siswa tidak hanya belajar menghasilkan sebuah karya, tetapi juga belajar melihat barang-barang di sekitarnya dari sudut pandang yang berbeda.

Barang yang dianggap tidak berguna ternyata masih dapat memiliki nilai ketika diberi kesempatan untuk digunakan kembali.

Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep pemanfaatan kembali barang bekas sekaligus diajak menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kebiasaan sederhana untuk memilah dan memanfaatkan barang yang masih dapat digunakan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang dapat ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

SMPM 5 Pucang SBY

Di sisi lain, proses menciptakan karya juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan rasa percaya diri.

Setiap anak memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya dengan gagasan dan caranya sendiri.

Bagi siswa, pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung dengan buku dan pensil. Lingkungan sekitar pun dapat menjadi sumber belajar yang kaya.

Kardus, plastik, dan barang bekas lainnya dapat berubah menjadi media untuk berpikir, bereksperimen, dan berkarya.

Guru Seni Budaya kelas 3, Shella Mahdiyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada hasil karya yang dibuat hari ini, tetapi dapat menjadi pengalaman yang membentuk cara berpikir siswa.

“Harapannya, anak-anak semakin berani berkreasi, mampu melihat sesuatu dari sisi yang berbeda, dan memahami bahwa barang sederhana pun bisa memiliki nilai ketika diolah dengan kreativitas. Terima kasih untuk Ayah Bunda hebat yang selalu membersamai, mendukung, dan membantu anak-anak dalam setiap proses belajarnya. Dukungan dari rumah menjadi bagian penting dari tumbuhnya kreativitas dan kepercayaan diri mereka.”

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tentang lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil.

Ketika anak-anak dibiasakan untuk tidak terburu-buru membuang sesuatu dan mulai berpikir tentang bagaimana benda tersebut dapat dimanfaatkan kembali, dari sanalah kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh.

Dari tangan-tangan kecil siswa kelas 3, barang bekas mendapatkan kehidupan baru. Bukan sekadar menjadi sebuah karya, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar untuk berpikir kreatif, menghargai lingkungan, dan menemukan nilai dari sesuatu yang sering kali dianggap tidak berharga.

Pembelajaran sederhana tersebut meninggalkan sebuah pesan: kreativitas tidak mengenal batas bahan karena ide yang besar dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/09/2026 18:25
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu