Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN MAs Kelompok 23 Wonoagung Edukasi PMT dan Isi Piringku melalui Praktik Lumpur Surga

Iklan Landscape Smamda
KKN MAs Kelompok 23 Wonoagung Edukasi PMT dan Isi Piringku melalui Praktik Lumpur Surga
Suasana Edukasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan konsep isi piringku Mahasiswa KKN MAs kelompok 23 desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jumat (21/8/2026). (Griselda Revadena Tinora/PWMU.CO).
pwmu.co -

Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang terus dilakukan melalui berbagai bentuk edukasi yang aplikatif.

Salah satunya dilakukan oleh KKN MAs kelompok 23 desa Wonoagung melalui edukasi pemberian makanan tambahan (PMT) dan konsep isi piringku yang dikemas dalam praktik pembuatan makanan tambahan berupa lumpur surga.

Kegiatan tersebut berlangsung di posyandu dusun Temurejo, desa Wonoagung, kecamatan Kasembon, kabupaten Malang, Jumat (21/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Sekitar 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu, kader posyandu, orang tua balita, serta masyarakat sekitar turut mengikuti kegiatan tersebut.

PMT sebagai Pembuka

Dalam pelaksanaannya, KKN MAs Kelompok 23 berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, yakni Bidan Desa Wonoagung, Niahayasita rudin, serta Ahli Gizi Kasembon, Alissa Qotrunnada.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memiliki dasar pengetahuan gizi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemberian makanan tambahan (PMT). Materi tersebut menekankan bahwa pemenuhan gizi merupakan salah satu aspek fundamental dalam mendukung kesehatan, terutama pada masa kehamilan dan periode pertumbuhan balita.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian, tujuan, manfaat, serta prinsip dalam pemberian makanan tambahan.

PMT tidak semata-mata dipahami sebagai makanan tambahan, tetapi sebagai salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi ketika asupan makanan sehari-hari belum mencukupi.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa KKN juga menekankan bahwa PMT perlu memperhatikan kandungan gizi, keamanan, kebersihan, kesesuaian dengan usia dan kebutuhan sasaran. Serta menggunakan bahan yang mudah diperoleh.

Dengan demikian, pemberian makanan tambahan diharapkan tidak hanya mengutamakan rasa dan tampilan, tetapi juga mempertimbangkan nilai gizi yang terkandung di dalamnya.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan konsep isi piringku sebagai salah satu pedoman sederhana dalam menerapkan pola makan bergizi seimbang.

Konsep tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi makanan dalam satu kali makan, dengan setengah bagian piring berupa sayur dan buah, sedangkan setengah bagian lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk-pauk.

Bantu Pola Makan Seimbang Masyarakat 

Melalui konsep tersebut, peserta diajak memahami pentingnya keberagaman asupan, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga pemenuhan kebutuhan air putih.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pola makan seimbang dalam kehidupan sehari-hari secara lebih sederhana dan mudah dipahami.

Setelah sesi edukasi, kegiatan berlanjut dengan praktik pembuatan lumpur surga sebagai salah satu alternatif PMT.

SMPM 5 Pucang SBY

Pemilihan menu tersebut didasarkan pada proses pembuatannya yang relatif sederhana, bahan yang mudah diperoleh, tekstur yang lembut, serta cita rasa yang dapat diterima oleh sasaran.

Bahan yang digunakan meliputi susu cair, gula, telur ayam, tepung terigu, santan, tepung maizena, dan garam. Bahan-bahan tersebut dipilih karena relatif familiar bagi masyarakat dan dapat diperoleh dengan mudah di pasar, warung, maupun supermarket.

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan lapisan hijau yang terdiri dari pandan, gula, tepung, susu, dan garam. Adonan kemudian dimasak sambil diaduk hingga mencapai tekstur yang mengental sebelum dituangkan ke dalam wadah.

Tahap berikutnya adalah pembuatan lapisan putih berbahan dasar santan, tepung, gula, dan bahan pendukung lainnya. Setelah matang dan mengental, lapisan tersebut dituangkan di atas lapisan hijau untuk kemudian dikukus hingga matang.

Setelah melalui proses pendinginan, lumpur surga siap disajikan sebagai alternatif makanan tambahan. Berdasarkan perhitungan kandungan gizi pada menu yang dibuat, satu porsi lumpur surga mengandung sekitar 385 kilokalori energi dan 11 gram protein.

Komposisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan menu sebagai alternatif PMT yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

Jelaskan Kandungan Gizi pada Menu

Selama proses praktik berlangsung, peserta menyimak tahapan pembuatan dengan antusias. Meskipun tidak terlibat secara langsung dalam proses memasak, peserta tetap mengikuti setiap tahapan yang diperagakan.

Niahayasita rudin, turut mendampingi proses pembuatan PMT, sedangkan Alissa Qotrunnada, memberikan penjelasan mengenai kandungan gizi dari menu yang dipraktikkan.

Alissa menjelaskan bahwa lumpur surga memiliki perpaduan bahan yang memberikan sumber karbohidrat dan protein. Kandungan energi yang cukup tinggi juga dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan peningkatan asupan energi.

“Menurut saya, menunya sangat menarik karena terdapat perpaduan bahan karbohidrat dari tepung dan protein dari telur” ujar Alissa.

“Kandungan kalorinya juga cukup tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan berat badan balita maupun ibu hamil yang memang membutuhkan asupan kalori untuk menunjang kehamilan dan pertumbuhan balita” tuturnya.

Menurutnya, pengolahan PMT dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu upaya agar edukasi gizi dapat diterapkan secara realistis dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Niahayasita Rudin, menyampaikan harapannya agar pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

“Harapan saya sebagai bidan desa, setelah adanya pelatihan PMT ini, ibu-ibu, khususnya ibu balita dan ibu hamil, dapat menerapkannya di rumah” tuturnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/08/2026 12:29
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu