Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 55 menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Balai Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan bertema “Bersama Wujudkan Masyarakat Sehat, Aktif, dan Sejahtera” tersebut menjadi ruang edukasi bagi kader posyandu dan masyarakat mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, serta upaya pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pujon Drs. H. Zunaidi, M.Pd., Ahli Gizi Puskesmas Junita Ikawati, A.Md.Gz., Bidan Puskesmas Iin Marisa, A.Md.Keb., Perwakilan Ketua Paguyuban Posyandu Desa Pandesari Supiah, Kepala Dusun Sebaluh Imam Basori, Kepala Dusun Jurangrejo Palil, S.Sos., Koordinator Desa (Kordes) KKN MAs Kelompok 55 Muhammad Syafiq Al-Fikri, serta anggota KKN MAs Kelompok 55.
Kordes KKN MAs Kelompok 55 Muhammad Syafiq Al-Fikri mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi sebagai ruang belajar bersama mengenai pemenuhan gizi seimbang, pola asuh, dan pencegahan stunting.
“Masa depan yang cerah hanya bisa diraih jika anak-anak kita tumbuh dalam kondisi sehat, cerdas, dan optimal. Kami berharap melalui acara ini, kita semua dapat memahami pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini demi mewujudkan masyarakat Pandesari yang sehat, aktif, dan sejahtera,” ujar Syafiq.
Bahas Gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Ketua PCM Pujon Drs. H. Zunaidi, M.Pd. Dalam sambutannya, Zunaidi mengaitkan upaya menjaga kesehatan keluarga dengan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 172 yang memerintahkan umat Islam mengonsumsi makanan yang baik dan bersyukur atas nikmat Allah.
Setelah memberikan sambutan, Zunaidi membuka kegiatan sosialisasi secara resmi.
Sesi utama diisi Ahli Gizi Puskesmas Junita Ikawati, A.Md.Gz. Ia memaparkan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pola asuh balita, pemantauan tumbuh kembang melalui posyandu, serta menu gizi seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Puluhan kader posyandu dari 12 Lestari di wilayah Desa Pandesari mengikuti pemaparan tersebut. Para kader juga aktif berdiskusi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan pendampingan bagi ibu hamil serta ibu balita.
Perwakilan Ketua Paguyuban Posyandu Desa Pandesari Supiah mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN MAs Kelompok 55 tersebut.
“Kehadiran mahasiswa KKN MAs Kelompok 55 membawa angin segar dan edukasi yang sangat berharga bagi para kader. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh pemateri menjadi bekal krusial bagi kami untuk terus mengedukasi ibu hamil dan ibu balita di 12 Lestari Desa Pandesari agar anak-anak tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” ungkap Supiah.
Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting
Menurut Supiah, materi yang diberikan menjadi tambahan pengetahuan bagi kader dalam menjalankan peran edukasi kepada masyarakat. Kader posyandu memiliki peran penting dalam menyampaikan kembali informasi mengenai gizi, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak kepada keluarga di wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa KKN MAs, kader posyandu, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemaparan rangkuman, sesi foto bersama, serta komitmen bersama untuk memperkuat edukasi dan upaya pencegahan stunting di Desa Pandesari.
Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 55 berupaya menghubungkan program pengabdian mahasiswa dengan kebutuhan edukasi kesehatan masyarakat. Pengetahuan mengenai gizi seimbang, pola asuh, dan pemantauan tumbuh kembang diharapkan dapat terus diterapkan dan disampaikan kepada keluarga melalui kader posyandu. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments