Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) STIT Muhammadiyah Paciran di SMA IT Al Azhar Sedayulawas resmi berakhir, Kamis (3/9/2026). Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana haru dan penuh keakraban, ditandai dengan pesan, apresiasi, serta kenangan antara mahasiswa, guru, dan peserta didik.
Kegiatan yang pada awalnya merupakan bagian dari kewajiban akademik mahasiswa tersebut dalam perjalanannya berkembang menjadi proses pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas pendidikan secara langsung.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Maftuhah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKNT bukan sekadar kegiatan untuk menyelesaikan program akademik. Lebih dari itu, KKNT menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar mengaktualisasikan ilmu melalui pengabdian dan kontribusi nyata.
“KKNT bukan sekadar tentang menyelesaikan program. Lebih dari itu, KKNT adalah proses belajar untuk hadir, mendengar, memahami, dan memberikan kontribusi,” pesannya.
Menurutnya, pengalaman mahasiswa selama berada di sekolah maupun masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan sosial dan karakter. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga dari pengalaman berinteraksi secara langsung dengan lingkungan.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan ilmu dan amal sebagai satu kesatuan. Ilmu tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk kebermanfaatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMA IT Al Azhar Sedayulawas, Wiji Bahari, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama melaksanakan KKNT di sekolah.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri dalam dinamika pendidikan di SMA IT Al Azhar Sedayulawas. Kreativitas, gagasan, dan interaksi mahasiswa dengan warga sekolah menjadi pengalaman yang saling memperkaya.
“Perpisahan ini bukan berarti hubungan kita selesai. Semoga silaturahmi tetap terjaga dan pengalaman selama di sini menjadi bekal untuk perjalanan kalian,” ujar Wiji Bahari.
Ia berharap pengalaman selama menjalankan KKNT dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Suasana haru semakin terasa ketika Ketua Kelompok KKNT, Farhat, menyampaikan sambutan mewakili mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman selama berada di SMA IT Al Azhar Sedayulawas memberikan banyak pelajaran yang tidak diperoleh hanya melalui proses pembelajaran di kampus.
“Kami datang sebagai mahasiswa yang ingin melaksanakan pengabdian. Tetapi kami pulang membawa keluarga dan cerita yang akan selalu kami kenang,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa, perjalanan KKNT bukan hanya tentang menjalankan agenda dan menyelesaikan target kegiatan. Kebersamaan dengan guru dan peserta didik telah melahirkan pengalaman, persahabatan, serta pelajaran berharga.
Momen penutupan pun berlangsung emosional. Rasa haru mewarnai perpisahan mahasiswa dengan warga sekolah setelah menjalani berbagai aktivitas bersama.
Meski program KKNT telah berakhir, hubungan yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya kegiatan. Mahasiswa kembali ke kampus untuk melanjutkan pendidikan, sementara guru dan siswa kembali menjalankan aktivitas pembelajaran seperti biasa.
Namun, pengalaman selama pengabdian akan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam memahami makna pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Penutupan KKNT di SMA IT Al Azhar Sedayulawas menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari nilai dan manfaat yang ditinggalkan.
Mahasiswa boleh meninggalkan lingkungan sekolah, tetapi semangat untuk terus berilmu, beramal, dan memberikan manfaat diharapkan tetap tumbuh dalam setiap langkah mereka.
Berilmu, beramal, dan berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments