Dakwah komunitas tidak cukup hanya hadir di ruang-ruang pengajian. Pendekatan yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi salah satu strategi penting agar dakwah Muhammadiyah semakin relevan dengan persoalan umat.
Semangat itu mengemuka dalam kunjungan turun ke bawah (Turba) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ke LDK Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bondowoso, Ahad (23/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusat Dakwah PDM Bondowoso tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Turba dimanfaatkan untuk memetakan perkembangan dakwah komunitas, memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus membahas program yang dapat dikembangkan sesuai karakter masyarakat Bondowoso.
Ketua PDM Bondowoso Ustaz Malik menyambut kehadiran LDK PWM Jawa Timur sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali dakwah berbasis komunitas di daerahnya.
“LDK PDM Bondowoso sebelumnya belum terbentuk secara resmi. Karena itu, kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum pembentukan dan pengukuhan kepengurusan LDK PDM Bondowoso. Ustaz Fauzi dipercaya sebagai Ketua LDK PDM Bondowoso bersama sembilan anggota,” ketanya.
Dia menambahkan, sinergi dakwah ini sangat penting.
“Pembinaan dari LDK PWM Jawa Timur menjadi girah dan semangat tersendiri bagi kami untuk mengembangkan dakwah komunitas di Bondowoso,” ujar Ustaz Malik.
Meski baru dikukuhkan, aktivitas dakwah komunitas di Bondowoso ternyata telah berjalan.
Ketua LDK PDM Bondowoso, Ustaz Fauzi, mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga komunitas yang selama ini telah menjadi sasaran pembinaan.
“Ketiganya memiliki karakter yang berbeda, yakni komunitas petani, komunitas pendampingan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), serta komunitas gaming yang banyak dihuni anak-anak usia TK, SD, dan SMP,” katanya.
Pilihan komunitas tersebut menunjukkan bahwa dakwah tidak harus menunggu masyarakat datang ke masjid atau majelis taklim.
Sebaliknya, para dai dituntut hadir di tengah komunitas, memahami persoalan mereka, kemudian menghadirkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan.
Komunitas gaming, misalnya, menjadi ruang yang relatif baru bagi dakwah. Anak-anak yang sehari-hari banyak berinteraksi dengan gim melalui telepon seluler perlu didekati dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka, bukan semata-mata dijauhkan dari teknologi.
Begitu pula komunitas petani dan penerima PKH. Dakwah dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga pendampingan sosial, penguatan kapasitas, dan pencarian solusi atas persoalan yang dihadapi komunitas.
Ketua LDK PWM Jawa Timur, Ahmad Tholhah, mengatakan TURBA menjadi instrumen untuk memastikan gerakan dakwah komunitas tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi benar-benar melahirkan kerja dakwah di tengah masyarakat.
“Turba ini memiliki tiga tujuan. Pertama, mengevaluasi kinerja LDK PDM. Kedua, melakukan konsolidasi organisasi. Ketiga, sharing program,” katanya.
Menurutnya, evaluasi dan konsolidasi diperlukan agar LDK di tingkat daerah memiliki arah gerakan yang jelas sekaligus mampu mengembangkan program berdasarkan kondisi masyarakat setempat.
Diskusi antara LDK PWM Jawa Timur dan LDK PDM Bondowoso pun berlangsung dalam suasana santai tetapi serius. Dari pertemuan tersebut terungkap bahwa embrio dakwah komunitas di Bondowoso sudah tumbuh dan tinggal diperkuat secara kelembagaan maupun program.
Ahmad Tholhah mendorong LDK PDM Bondowoso agar tidak bekerja sendiri. Penguatan dakwah komunitas, menurut dia, membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan lembaga Muhammadiyah maupun berbagai instansi yang memiliki perhatian terhadap persoalan masyarakat.
Sementara itu, Ustaz Fauzi menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan menjadi energi baru untuk meningkatkan intensitas sekaligus kualitas pembinaan komunitas.
“Kami ingin dakwah hadir dengan cara yang menggembirakan dan menyenangkan, tetapi tetap memberikan nilai maslahat bagi umat dan komunitas yang kami bina,” ujarnya.
Ke depan, LDK PDM Bondowoso diarahkan untuk memperluas dan memperdalam pembinaan komunitas. Tiga komunitas yang telah berjalan menjadi modal awal untuk membangun model dakwah yang lebih kontekstual, partisipatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, Turba LDK PWM Jawa Timur ke Bondowoso tidak berhenti sebagai agenda organisasi. Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa dakwah komunitas Muhammadiyah didorong untuk bergerak dari ruang struktural menuju ruang sosial—menyapa petani, mendampingi keluarga penerima bantuan, hingga masuk ke dunia digital anak-anak dan remaja.
Dakwah pun tidak sekadar menyampaikan pesan, tetapi hadir, mendampingi, dan memberi maslahat di tengah komunitas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments