Iklan SDM 4 Mudipat 2026

LDK PWM Jatim Dampingi Komunitas Disabilitas Tasliman, Perkuat Kemandirian Lewat Pengajian

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
LDK PWM Jatim Dampingi Komunitas Disabilitas Tasliman, Perkuat Kemandirian Lewat Pengajian
LDK PWM Jatim Dampingi Komunitas Disabilitas Tasliman, Perkuat Kemandirian Lewat Pengajian. Foto: LDK PWM Jatim
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur terus menguatkan dakwah yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat, termasuk komunitas disabilitas. Melalui pendampingan Komunitas Disabilitas Mandiri (Tasliman), LDK PWM Jatim menghadirkan ruang silaturahmi, pengajian, dan berbagi informasi untuk mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Semangat itu terlihat dalam pertemuan rutin dan pengajian bersama yang digelar di rumah salah satu anggota TASLIMAN di kawasan Bringin Indah, Surabaya, Ahad (1/11/2026).

Lebih dari 30 anggota hadir dari berbagai penjuru Kota Surabaya. Mereka duduk bersila di jalan kampung, tetap bersemangat mengikuti kegiatan meskipun harus berhadapan dengan teriknya matahari.

Anggota LDK PWM Jatim, Andi Hariyadi, yang hadir memberikan tausiah sekaligus mendampingi kegiatan tersebut, mengajak anggota komunitas untuk senantiasa bersyukur, menjaga semangat, dan terus berikhtiar meraih kehidupan yang lebih baik.

Lima S Penguat Kehidupan

Dalam tausiahnya, Andi Hariyadi mengingatkan pentingnya bersyukur dan berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an, sebagaimana pesan dalam Surah Ali Imran ayat 104.

Ia juga mengajak jamaah mensyukuri momentum 1 November 2026 yang bertepatan dengan peringatan Milad ke-105 Muhammadiyah Surabaya. Ia menyampaikan bahwa pada 1 November 1921, KH Ahmad Dahlan melantik KH Mas Mansur sebagai ketua pertama Muhammadiyah di Surabaya bersama jajaran pimpinan lainnya.

“Semoga dakwah Muhammadiyah mampu memberikan pencerahan dan menguatkan pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Andi kemudian memaparkan lima prinsip yang ia sebut sebagai lima S penguat kehidupan, yakni syukur, sehat, senang, sejahtera, dan sabar. Kelima prinsip tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anggota komunitas agar tetap optimistis, tidak mudah putus asa, dan terus berkarya sesuai kemampuan masing-masing.

Pertama, syukur. Menurut Andi, setiap kenikmatan yang diberikan Allah SWT hendaknya disyukuri. Salah satu wujudnya adalah istiqamah dalam beribadah dan berkarya sebagai bentuk amal saleh.

Kedua, sehat. Kesehatan merupakan nikmat penting yang perlu dijaga agar seseorang tetap dapat beraktivitas, bersilaturahmi, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ketika kita bisa hadir dan bersilaturahmi bersama, meskipun berasal dari berbagai penjuru Kota Surabaya, itu merupakan nikmat yang patut kita syukuri. Karena itu, kesehatan harus terus dijaga,” pesannya.

Ketiga, senang. Andi menjelaskan bahwa suasana hati yang bahagia dapat menjadi salah satu penguat dalam menjalani kehidupan. Ia mengajak anggota Tasliman untuk terus bersilaturahmi, berkarya, berbagi, serta membangun hubungan yang baik dengan keluarga, tetangga, dan komunitas.

Keempat, sejahtera. Ia mendorong anggota komunitas untuk terus berikhtiar meningkatkan kesejahteraan melalui kerja sama dan pengembangan jaringan usaha. Dengan saling mendukung, peluang ekonomi diharapkan semakin terbuka sehingga anggota dapat tumbuh lebih mandiri.

Kelima, sabar. Andi mengingatkan bahwa setiap usaha memiliki tantangan, termasuk kemungkinan mengalami kegagalan. Karena itu, kesabaran perlu disertai sikap optimistis dan kemauan untuk mengevaluasi usaha serta mencari solusi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Kesabaran merupakan kekuatan untuk menembus berbagai penghalang dalam meraih kesuksesan. Jangan mudah menyerah. Teruslah berusaha dan melakukan evaluasi agar kita bisa menemukan jalan keluar,” ujarnya.

Lazismu Surabaya Berikan Bingkisan

Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan dari Lazismu Surabaya kepada anggota Komunitas Disabilitas Mandiri (Tasliman). Pemberian tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian dan kepedulian terhadap komunitas disabilitas sekaligus wujud nyata dakwah Muhammadiyah yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Ketua Komunitas Disabilitas Mandiri, Yusuf Anas, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang selama ini diberikan Muhammadiyah melalui Lazismu Surabaya.

“Kami berterima kasih atas perhatian Muhammadiyah selama ini. Melalui Lazismu Surabaya, kami mendapatkan bantuan yang sangat berarti. Semoga jalinan silaturahmi ini semakin memperkuat persaudaraan,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Budi, wakil ketua komunitas. Ia mengaku mendapatkan motivasi baru setelah mengikuti tausiah yang disampaikan Andi Hariyadi, terutama terkait upaya membangun kesejahteraan dan kemandirian.

“Kami tertarik dan tergugah dengan apa yang disampaikan Ustaz Andi Hariyadi tentang ikhtiar meraih kesejahteraan agar bisa lebih mandiri. Kami juga berterima kasih atas informasi dan akses usaha yang disampaikan. Semoga peluang tersebut bisa dimanfaatkan oleh anggota disabilitas, dan kami akan terus berupaya menindaklanjutinya,” ujarnya.

Budi berharap hubungan yang telah terjalin dengan Muhammadiyah dan Lazismu dapat terus diperkuat, terutama dalam membuka akses terhadap berbagai kebutuhan dan peluang usaha bagi anggota komunitas.

Menguatkan Persaudaraan dan Kemandirian

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh persaudaraan. Para anggota saling membantu, mulai dari berbagi makanan dan minuman hingga mengantarkan sesama anggota menuju kendaraan masing-masing.

Sebagian anggota menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk memudahkan mobilitas mereka. Kebersamaan itu menjadi gambaran nyata semangat saling mendukung di tengah berbagai kondisi dan keterbatasan yang dihadapi.

Melalui pengajian rutin dan pendampingan komunitas, LDK PWM Jatim bersama Lazismu Surabaya berharap hubungan dengan Tasliman semakin erat. Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring, berbagi informasi, dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi.

Dakwah pun tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga hadir melalui kepedulian, penguatan persaudaraan, serta ikhtiar bersama untuk mewujudkan komunitas disabilitas yang semakin mandiri dan sejahtera. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 02/11/2026 13:49
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu