Penampilan santri dan santriwati PPI AMF berhasil mencuri perhatian penonton dalam rangkaian kegiatan KSM ke-2 Tingkat Nasional, Rabu (23/9/2026).
Mereka membawakan musikalisasi puisi dengan perpaduan vokal dan petikan gitar yang menghidupkan suasana panggung.
Lima santri terlibat dalam penampilan tersebut. Mereka adalah Haidar dan Amir sebagai gitaris, serta Jahida, Hana, dan Kurnia sebagai vokalis.
Dengan iringan gitar yang dimainkan secara langsung, ketiganya bergantian menyampaikan bait-bait puisi. Perpaduan suara, musik, dan ekspresi para penampil membuat pertunjukan terasa lebih kuat dan komunikatif.
Penampilan tersebut tidak sekadar menyuguhkan hiburan. Melalui musikalisasi puisi, para santri menyampaikan pesan tentang realitas kehidupan, suara masyarakat, serta persoalan keadilan yang terkadang tidak terdengar.
Salah satu penampil mengungkapkan bahwa musikalisasi puisi menjadi cara mereka menyampaikan pesan dengan bahasa yang lebih dekat kepada penonton.
“Kami ingin penampilan ini bukan hanya didengar, tetapi juga dirasakan. Musik dan puisi kami jadikan satu untuk menyampaikan pesan tentang suara-suara yang terkadang tidak mendapatkan ruang ungkap Jahida.
Ditutup dengan “Keadilan Bisu”
Puncak penampilan hadir pada bagian akhir ketika para vokalis membawakan bagian penutup dengan penuh penekanan.
Suasana yang sebelumnya mengalir melalui lantunan musik berubah menjadi lebih hening dan reflektif. Pertunjukan kemudian ditutup dengan kalimat “Keadilan Bisu”.
Kalimat tersebut menjadi penegasan pesan yang ingin disampaikan para santri melalui karya mereka.
Bukan sekadar menjadi penutup pertunjukan, tetapi juga meninggalkan pertanyaan bagi penonton tentang suara keadilan yang masih perlu diperjuangkan dan didengarkan.
Bagi Haidar dan Amir, musik menjadi elemen penting untuk memperkuat pesan puisi. Sementara Jahida, Hana, dan Kurnia membawa pesan tersebut melalui vokal dan penghayatan selama tampil di atas panggung.
Penampilan santri-santriwati PPI AMF pun mendapat perhatian dari penonton yang hadir.
Kelima penampil menunjukkan bahwa santri tidak hanya mampu tampil dalam kegiatan keagamaan dan akademik. Namun juga mampu mengekspresikan gagasan sosial dan kemanusiaan melalui karya seni.
Melalui musikalisasi puisi tersebut, mereka membuktikan bahwa panggung santri juga dapat menjadi ruang untuk menyuarakan pesan, menggugah kesadaran, dan mengajak penonton untuk kembali merenungkan makna keadilan.





0 Tanggapan
Empty Comments