Dua siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka adalah Muhammad Ghani Ilmy Hanan Wibowo dan Kania Azahra Prabarukmi. Keduanya merupakan siswa kelas IV, (14-17/10/2025).
Karya ilmiah mereka berjudul EcoFish Ball: Inovasi Limbah Sisik dan Jeroan Ikan Bandeng (Chanos-chanos) untuk Pembuatan Bakso Bergizi dan Ramah Lingkungan.
Karya tersebut berhasil meraih Gold Medal (Juara 1) pada ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di BG Junction Mall, Surabaya.
Inovasi dari Limbah Menjadi Berkah
Di bawah bimbingan guru pembina, kedua siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya ini berhasil mengubah limbah ikan bandeng yang biasanya dibuang begitu saja menjadi produk pangan bergizi tinggi.
“Ikan bandeng memiliki produksi melimpah di Indonesia, tetapi bagian sisik dan jeroannya sering terbuang, padahal kaya nutrisi,” jelas Irene.
“Inovasi EcoFish Ball ini mendukung konsep zero waste processing, sehingga selain bergizi juga ramah lingkungan,” tambahnya.
Sisik bandeng diketahui kaya kolagen dan protein struktural, sedangkan jeroannya mengandung zat besi, lemak, dan berbagai mineral penting. Melalui inovasi ini, siswa belajar bahwa ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Perjuangan di Ajang Internasional
Dalam lomba ini, Ilmy dan Kania melewati proses panjang, mulai dari pengumpulan proposal, presentasi dalam bahasa Inggris, hingga sesi tanya jawab dengan dua dewan juri internasional.
“Tantangan terbesarnya saat menjawab pertanyaan juri dalam bahasa Inggris. Kadang butuh waktu berpikir untuk menyusun kalimat yang tepat,” cerita Kania sambil tersenyum.
Namun, semua perjuangan itu terbayar ketika nama mereka diumumkan sebagai peraih Gold Medal.
“Alhamdulillah, rasanya plong dan bahagia sekali. Karya ilmiah itu kan butuh waktu lama, sekitar dua sampai tiga bulan, jadi hasil ini benar-benar membuat bangga,” ujar Ilmy penuh syukur.

Bagi mereka, prestasi ini bukan sekadar kemenangan, melainkan kesempatan belajar yang berharga.
“Melalui lomba ini, kami dapat banyak wawasan baru, kenalan dari berbagai daerah dan negara, serta ide-ide segar untuk inovasi selanjutnya,” tutur Kania.
Keduanya juga berpesan kepada teman-temannya agar terus berkarya dan berinovasi.
“Sebagai generasi penerus bangsa, mari kita ciptakan hal-hal yang bermanfaat dan kreatif untuk kemajuan bersama,” ucap Ilmy penuh semangat.
Dukungan dan Doa yang Tak Terhitung
Ilmy dan Kania tak lupa bersyukur atas doa serta dukungan dari guru, pembimbing, dan orang tua.
“Alhamdulillah, berkat bimbingan dan doa semua pihak, kami bisa meraih hasil terbaik,” ungkap keduanya.
Ke depan, mereka berencana untuk terus mencari ide baru, terutama dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Sertifikat prestasi ini pun akan mereka gunakan untuk mendaftar jalur prestasi di jenjang sekolah berikutnya.
Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ustaz Ach Barizi M.Pd, menambahkan, semangat kedua siswanya ini menjadi teladan bagi teman-teman lainnya.
“Anak-anak belajar bahwa ilmu tidak hanya untuk nilai, tapi untuk memberi manfaat bagi sekitar. Inilah esensi pendidikan sejati dalam Islam,” ujarnya penuh makna.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa sejak dini, siswa bisa belajar menjadi ilmuwan muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Semoga prestasi ini menginspirasi lahirnya lebih banyak inovasi dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang membawa keberkahan dan kemajuan bagi umat dan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments