Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di KB/TK Nurul Fattah PRM Krembangan, Selasa (18/8/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, halaman sekolah dipenuhi keceriaan siswa yang antusias mengikuti berbagai perlombaan Agustusan.
Nuansa merah putih tampak menghiasi lingkungan sekolah. Anak-anak datang dengan wajah ceria, sebagian didampingi orang tua. Mereka menyapa guru, bercanda bersama teman, dan tidak sabar menunggu perlombaan dimulai.
Semangat mengikuti lomba terlihat sejak pagi. Anak-anak bersiap mengikuti permainan yang telah disiapkan guru. Teriakan kecil, tawa, dan senyum ceria pun mewarnai halaman sekolah.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB tersebut dirancang dengan permainan sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa.
Melalui perlombaan, anak-anak belajar berani tampil di depan teman, mengikuti aturan, menunggu giliran, berkonsentrasi, serta menghargai peserta lain. Nilai sportivitas, kemandirian, dan kebersamaan juga dikenalkan melalui pengalaman bermain secara langsung.
Serunya Mencari Karet dalam Tepung
Salah satu lomba yang menarik perhatian siswa adalah mencari karet dalam tepung. Guru menyembunyikan karet di dalam wadah berisi tepung, kemudian peserta berlomba menemukannya sesuai aturan permainan.
Satu per satu siswa maju ke area perlombaan. Ada yang tampak percaya diri, tetapi ada pula yang masih malu-malu ketika berhadapan dengan tepung. Guru terus memberikan arahan dan semangat agar mereka berani mencoba.
Ketika aba-aba dimulai, peserta langsung sibuk mencari karet. Tangan mereka bergerak menyentuh tepung, sementara wajah perlahan berubah putih karena terkena tepung.
Beberapa peserta berhasil menemukan karet dengan cepat. Namun, peserta lainnya harus berusaha lebih lama dan mencoba beberapa kali. Dukungan teman-teman yang menunggu giliran membuat suasana semakin meriah.
“Ayo, semangat!” dan “Ayo, cari karetnya!” terdengar dari para siswa. Sorakan tersebut membuat peserta semakin percaya diri menyelesaikan tantangan.
Tingkah lucu peserta juga mengundang gelak tawa. Ada yang bergerak cepat karena ingin segera menemukan karet. Ada pula yang terlihat kebingungan sebelum akhirnya tersenyum ketika wajahnya dipenuhi tepung.
Meski sederhana, permainan tersebut memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak. Mereka belajar berkonsentrasi, berusaha menyelesaikan tantangan, serta memahami bahwa setiap permainan memiliki aturan yang harus dipatuhi.
Guru TK A KB/TK Nurul Fattah Krembangan, Siti Maisaroh Indah W., S.Pd., mengatakan setiap perlombaan memang memiliki pemenang. Namun, sekolah tetap memberikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berani mengikuti kegiatan.
“Setiap perlombaan ada pemenangnya, namun semua siswa tetap mendapatkan hadiah. Yang terpenting anak-anak berani mengikuti lomba, senang, dan mendapatkan pengalaman bersama teman-temannya,” tuturnya.
Menurut Siti Maisaroh Indah W., kegiatan Agustusan menjadi momentum menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak dapat mengenal berbagai nilai positif melalui aktivitas yang sesuai dengan dunia mereka.
“Anak-anak belajar sportivitas, keberanian, dan kebersamaan melalui kegiatan yang menyenangkan,” tambahnya.
Antusiasme Siswa Warnai Perlombaan
Kepala KB/TK Nurul Fattah Krembangan, Eva Revita Sari, S.Psi., mengatakan antusiasme siswa terlihat sejak kegiatan dimulai.
“Antusias dan semangat siswa dalam mengikuti lomba sangat terlihat. Anak-anak tampak senang dan bersemangat mengikuti setiap permainan yang diberikan,” ungkapnya.
Menurut Eva, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi sekaligus membangun kepercayaan diri. Anak-anak juga belajar berinteraksi dengan teman dan mengikuti kegiatan secara bersama-sama.
Ia berharap kegiatan Agustusan dapat memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus menanamkan karakter positif kepada siswa. Kebersamaan antara anak, guru, dan orang tua juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Keseruan lomba dirasakan langsung oleh siswa TK A, Muhammad Althaf Zayn Eijaz. Ia mengaku senang mengikuti lomba mencari karet dalam tepung.
“Seru sekali lomba hari ini, yaitu mencari karet dalam tepung, sampai aku lari hampir jatuh,” tuturnya sambil tersenyum malu-malu.
Ucapan Althaf menggambarkan spontanitas dan kegembiraan anak-anak selama perlombaan. Mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati proses bermain dan kebersamaan bersama teman.
Bagi anak usia dini, keberanian untuk maju dan mencoba merupakan sebuah pencapaian. Mereka belajar menerima hasil perlombaan dengan lapang dada. Ketika menang, mereka belajar bersyukur. Ketika belum berhasil, mereka belajar untuk tidak menyerah dan tetap menghargai teman.
Semangat perlombaan juga terlihat dari anak-anak yang memberikan dukungan kepada peserta. Mereka belajar bahwa kebersamaan dan saling menyemangati merupakan bagian penting dalam sebuah kegiatan.
Bagi KB/TK Nurul Fattah Krembangan, perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan mengenalkan nilai nasionalisme melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Permainan sederhana menjadi media untuk menanamkan keberanian, sportivitas, kemandirian, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia.
Senyum, tawa, dan semangat anak-anak menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan. Tepung yang memenuhi wajah justru menjadi bagian dari cerita dan kenangan menyenangkan bagi para siswa.
Dengan semangat merah putih, siswa KB/TK Nurul Fattah Krembangan mengikuti lomba dengan penuh antusias. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Keberanian untuk mencoba, menghargai teman, menikmati kebersamaan, dan mensyukuri nikmat kemerdekaan menjadi nilai utama yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments