Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya aktivitas fisik selama kehamilan. Melalui kegiatan edukasi dan praktik senam hamil, mereka mendampingi 30 ibu hamil di sejumlah posyandu di Kecamatan Baki, Sukoharjo.
Kegiatan bertajuk “Dari Baki untuk Ibu Hebat: Senam Hamil Bersama Fisioterapi” tersebut berlangsung pada 18–23 Juli 2026 di beberapa posyandu, yakni Desa Menuran, Gentan, dan Kadilangu. Kegiatan melibatkan mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS, bidan desa, tenaga kesehatan, serta dosen pendamping.
PIC kegiatan, Andi Muhammad Zaki, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu fisioterapi secara langsung sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Program tersebut turut mendukung upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ibu selama kehamilan,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pendampingan secara langsung diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kebugaran selama kehamilan. Selain itu, aktivitas fisik yang tepat juga dapat membantu ibu mempersiapkan kondisi fisiknya menjelang persalinan.
Dosen Pendamping, Isnaini Herawati, Ftr., M.Sc., PhD., menambahkan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
“Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menyampaikan edukasi kesehatan dan memberikan pendampingan secara komunikatif, aplikatif, serta sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran,” katanya.
Edukasi Sebelum Praktik Senam
Kegiatan diawali dengan kelas ibu hamil yang disampaikan oleh bidan desa. Peserta mendapatkan informasi mengenai kesehatan ibu dan janin, perubahan tubuh selama kehamilan, serta persiapan menghadapi persalinan.
Setelah sesi tersebut, mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS memberikan edukasi mengenai senam hamil. Materi mencakup pengertian, tujuan, manfaat, serta hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan aktivitas fisik selama kehamilan.
Mahasiswa menjelaskan bahwa senam hamil dapat menjadi salah satu aktivitas untuk membantu menjaga kebugaran, mengurangi sejumlah keluhan selama kehamilan, serta mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot.
Senam juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan fisik menjelang persalinan. Karena itu, mahasiswa menyesuaikan gerakan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing peserta.
Peserta kemudian mengikuti demonstrasi dan praktik senam hamil secara langsung. Mahasiswa memperagakan gerakan satu per satu, sementara peserta mengikutinya dengan pendampingan.
Ibu hamil yang mengikuti kegiatan berada pada usia kehamilan 14 hingga 30 minggu atau trimester II dan III.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Edukasi dan pendampingan diharapkan membantu ibu hamil memahami pentingnya aktivitas fisik yang tepat sehingga dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat dan mempersiapkan diri menghadapi persalinan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments