Mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi klinis dan pendampingan kesehatan bagi ibu hamil serta ibu menyusui. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, pada sabtu (20/6/2026).
Program ini dirancang sebagai bentuk implementasi ilmu kebidanan komunitas dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting.
Menariknya, metode penyampaian informasi dikemas secara modern berbasis digital melalui media video animasi 3D yang dirancang langsung oleh mahasiswa KKN guna meningkatkan efektivitas pemahaman materi.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada intervensi spesifik, yang diawali dengan kesiapan laktasi melalui perawatan payudara (breast care) dan optimalisasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD), kemudian dilanjutkan dengan pemenuhan gizi maternal.
Pada sesi pertama, mahasiswa kebidanan memberikan edukasi komprehensif sekaligus demonstrasi teknik perawatan payudara antenatal.
Langkah stimulasi ini secara klinis terbukti efektif untuk merangsang sekresi hormon oksitosin dan prolaktin, guna memastikan kelancaran produksi kolostrum—ASI pertama yang kaya akan imunoglobulin (zat kekebalan tubuh) bagi bayi baru lahir.
Ketua KKN, Risma Mahmuda, menjelaskan bahwa kesiapan fisik ibu di masa kehamilan trimester ketiga merupakan determinan penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penggunaan media visual animasi 3D sengaja dipilih agar visualisasi anatomi dan mekanisme laktasi dapat dipahami secara presisi oleh awam.
“Perawatan payudara yang tepat secara anatomis akan meminimalkan kendala laktasi pascapersalinan. Melalui video animasi 3D yang kami buat, para ibu bisa melihat visualisasi yang lebih konkret mengenai bagaimana proses IMD pada satu jam pertama kelahiran harus terlaksana. IMD ini adalah fondasi paling awal dalam melindungi bayi dari risiko infeksi dan malnutrisi,” jelas Risma.
Setelah simulasi breast care dan visualisasi IMD selesai, edukasi dilanjutkan pada aspek pemenuhan nutrisi makro dan mikro untuk ibu hamil serta ibu menyusui.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menekankan pentingnya variasi pangan yang berfokus pada protein hewani, zat besi, kalsium, dan asam folat sebagai pilar utama pencegahan stunting pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain memberikan materi berbasis digital, tim Kebidanan UMG juga melakukan skrining kesehatan berkala.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) bagi ibu hamil untuk mendeteksi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta evaluasi pola makan bagi ibu menyusui demi menjaga kualitas dan kuantitas produksi ASI.
Kehadiran program pendampingan modern ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Safira (21), salah satu ibu hamil yang menjadi peserta kegiatan, mengaku sangat terbantu dengan adanya media audio-visual tersebut.
“Edukasinya seru karena pakai video animasi 3D, jadi kami tidak bosan dan langsung paham gerakan pijat payudara sendiri di rumah supaya nanti pas melahirkan ASI-nya lancar untuk IMD. Ditambah lagi, sekarang saya jadi lebih paham regulasi gizi apa saja yang harus saya konsumsi supaya anak di dalam kandungan ini sehat dan tidak mengalami stunting,” ungkap Safira.
Melalui sinergi akademis, pemanfaatan ilmu kebidanan, dan inovasi teknologi digital ini, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam mencetak generasi masa depan yang sehat, tangguh, dan bebas dari stunting di wilayah Kabupaten Gresik.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments