Kelompok 27 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya di SDN 1 dan SDN 2 Nglinggo, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung digitalisasi pendidikan di wilayah pedesaan.
Program ini dihadiri guru dan siswa dari kedua sekolah. Aplikasi yang digunakan, E-como dan Jagarasa, dikembangkan oleh dosen UM Surabaya untuk membantu kelancaran administrasi pembelajaran, memperluas akses materi ajar, serta memudahkan komunikasi antara guru, siswa, dan wali murid.
Ketua KKN Kelompok 27 Deni Muriawan menjelaskan, aplikasi ini dirancang berbasis teknologi sederhana sehingga dapat dioperasikan dengan mudah, meskipun jaringan internet di desa belum merata. “Kami ingin menghadirkan solusi yang tepat guna, sehingga guru dan siswa dapat terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran,” ujarnya.
Proses penerapan dilakukan melalui pelatihan penggunaan aplikasi bagi guru, uji coba di kelas, dan evaluasi bersama untuk melihat fitur yang perlu diperbaiki. Guru dan kepala sekolah menyambut positif program ini.
Kepala SDN 1 Nglinggo Wunik Nurasi menyampaikan manfaatnya. “Kami merasa terbantu sekali. Sekarang guru bisa mengelola jadwal, nilai, dan materi dengan lebih cepat dan rapi,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kepala SDN 2 Nglinggo Suharni. “Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa UM Surabaya atas aplikasi KBM yang sangat berkesan untuk anak-anak saat ini. Karena melihat zaman yang mulai berkembang kita tidak akan jauh dari gadget,” tuturnya.
Dengan penerapan aplikasi ini, kedua sekolah berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan selaras dengan perkembangan teknologi. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata meningkatkan mutu pendidikan di pedesaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments