Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Ajak Siswa SDN 143 Gresik Biasakan Ucap 4 Kata Ajaib

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Ajak Siswa SDN 143 Gresik Biasakan Ucap 4 Kata Ajaib
Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi empat kata ajaib (M Akhsa Bulqiyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sukses menggelar program kerja (Proker) bertajuk “Pembiasaan 4 Kata Ajaib” di UPT SDN 143 Gresik pada Sabtu (26/7/2025).

Kegiatan ini menyasar peserta didik kelas 2 sekolah dasar sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter sopan santun sejak dini. Empat kata ajaib yang diperkenalkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Pemilihan siswa kelas 2 sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada pertimbangan kurikulum serta aspek perkembangan psikologis anak. Pada usia tersebut, siswa berada dalam fase penting pembentukan perilaku sosial dan moral.

Empat kata ajaib tersebut merupakan modal dasar dalam membangun komunikasi yang santun. Namun, penggunaan kata-kata ini kini semakin jarang terdengar dalam interaksi sehari-hari. Namun, penggunaan kata-kata ini kini semakin jarang terdengar dalam interaksi sehari-hari. Oleh karena itu, program kerja ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kebiasaan positif yang mulai memudar tersebut.

Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian aktivitas yang menarik dan edukatif. Pada tahap pertama, peserta didik diajak menonton video pembelajaran yang menyampaikan pentingnya menggunakan kata-kata sopan dalam berbagai situasi.

Video tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami contoh nyata penggunaan kata-kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan bermain.

Setelah menonton video, mahasiswa KKN Prodi PGSD memberikan penjelasan dan penguatan materi kepada siswa. Guru juga memandu sesi diskusi singkat untuk memastikan setiap anak memahami makna serta fungsi masing-masing kata ajaib.

Selanjutnya, peserta didik mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka. LKPD ini berisi latihan sederhana, seperti mencocokkan situasi dengan kata ajaib yang tepat, menyusun kata menjadi kalimat sopan, serta menjawab pertanyaan reflektif terkait pengalaman sehari-hari.

Selain kegiatan di kelas, mahasiswa PGSD UMG menggunakan media inovatif berupa “kantong kata ajaib”. Dalam praktiknya, siswa diminta mengambil kartu kata dari kantong tersebut, kemudian mempraktikkan penggunaannya sesuai skenario yang diberikan oleh guru.

SMPM 5 Pucang SBY

Metode ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong siswa untuk belajar sambil bermain. Model pembelajaran yang diterapkan merupakan kombinasi antara role play dan discovery learning, sehingga siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga aktif menerapkan nilai sopan santun melalui peran dan situasi nyata.

Proker ini tidak berhenti sampai di situ, melainkan juga mencakup tahap evaluasi lanjutan. Satu minggu setelah kegiatan pembelajaran, mahasiswa PGSD UMG kembali ke sekolah untuk melakukan observasi penerapan kata ajaib. Pada tahap ini, dilakukan post-test untuk mengukur sejauh mana siswa membiasakan diri menggunakan kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari.

Dari observasi awal, terlihat antusiasme siswa yang mulai terbiasa mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan, “maaf” ketika berbuat salah, “terima kasih” saat menerima kebaikan, dan “permisi” saat ingin melewati orang lain.

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa proker ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak bangsa.

“Empat kata ajaib ini bukan sekadar ucapan, tetapi cerminan sikap sopan santun yang harus diterapkan sejak dini. Kami ingin kebiasaan ini hidup kembali, karena saat ini penggunaan kata-kata sopan mulai jarang terdengar di lingkungan anak-anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik SDN 143 Gresik dapat menanamkan budaya menghargai sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Proker ini juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berkarakter. Ke depan, mahasiswa PGSD UMG berencana mengembangkan program serupa di sekolah lain, agar semakin banyak anak yang terbiasa menggunakan 4 kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡