Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Fakultas Kedokteran dan Farmasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun ini menghadirkan suasana berbeda.
Jika biasanya ujian identik dengan ketegangan, UMM justru menghadirkan atmosfer yang lebih ramah dan menyenangkan bagi para peserta.
Pada pelaksanaan UTBK yang digelar 21–23 Mei 2026 tersebut, Kampus Putih menyambut lebih dari 1.000 calon mahasiswa baru yang memperebutkan kursi Gen 26.

Salah satu daya tarik yang dihadirkan yakni keberadaan Mobil Kamis Membaca (KaCa), kendaraan edukasi multifungsi yang menyediakan berbagai bahan bacaan sekaligus area hiburan ringan bagi peserta usai mengikuti ujian.
Kehadiran Mobil KaCa berhasil mencairkan suasana tegang para peserta melalui berbagai fun games dan aktivitas kreatif.
Tingginya minat terhadap program studi kesehatan di UMM terlihat dari asal peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, terdapat peserta yang datang langsung dari Papua untuk mengikuti seleksi masuk Fakultas Kedokteran dan Farmasi UMM.
Usai menyelesaikan ujian, peserta diajak bersantai di area Mobil KaCa melalui berbagai permainan berhadiah serta aktivitas kreatif seperti pembuatan konten media sosial.
Kegiatan tersebut menjadi sarana melepas penat setelah peserta menjalani ujian dengan tingkat konsentrasi tinggi.
Meski menghadirkan suasana yang menyenangkan di luar ruang ujian, UMM tetap menerapkan sistem pengamanan ketat selama proses UTBK berlangsung.
Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr. Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa tingginya jumlah peserta harus diimbangi dengan proses seleksi yang bersih dan adil.
Pihak kampus menerapkan berbagai prosedur keamanan, mulai dari pengecekan menggunakan metal detector, larangan membawa alat komunikasi, hingga melibatkan aparat kepolisian setempat.
“Pelaksanaan UTBK dengan pengawasan ketat ini sudah kami rutinkan sejak beberapa tahun lalu guna mengantisipasi pergerakan joki maupun bentuk kecurangan teknis lainnya. Di setiap ruangan, kami menyiagakan pengawas yang teliti serta teknisi yang sigap membantu peserta jika sewaktu-waktu terjadi kendala perangkat,” tegas Wahyu.
Pelaksanaan UTBK yang tertib dan nyaman turut mendapat apresiasi dari para wali peserta.
Salah satunya disampaikan Novi Damayanti, orang tua peserta yang mengaku terkesan dengan kesiapan fasilitas serta infrastruktur pendidikan kesehatan di UMM.
Ia menilai gedung praktik mahasiswa kedokteran dan farmasi yang modern menjadi nilai tambah bagi calon mahasiswa.
“Semoga anak saya bisa mendapatkan hasil maksimal, diterima di UMM, dan kelak menjadi generasi unggul di bidang kesehatan. Saya sangat yakin, dengan fasilitas semumpuni ini, UMM bisa mengantarkan anak saya menjadi tenaga medis profesional yang kiprahnya bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Novi.
Melalui pelaksanaan UTBK ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Calon mahasiswa Gen 26 yang nantinya lolos seleksi diharapkan mampu menjadi generasi yang berkontribusi bagi penyelesaian persoalan kesehatan di Indonesia maupun dunia internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments