SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage kembali menunjukkan komitmennya dalam membumikan Al-Qur’an melalui penyelenggaraan Munaqosah Al-Qur’an Wali Murid.
Kegiatan ini terlaksana pada Jumat (12/06/2026) di Masjid Al Ikrom Diponegoro, Wage, Taman, Sidoarjo.
Lebih lanjut, Munaqosah yang baru pertama kali terhelat ini diikuti oleh 18 wali murid yang telah lolos seleksi dari peserta program Belajar Kreatif Al-Qur’an (BEKAL) Wali Murid.
Motivasi Bunda-bunda Lainnya
Sebagai informasi, BEKAL Wali Murid merupakan program pembelajaran Al-Qur’an yang rutin terselenggara setiap Jumat oleh SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage.
Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Nur Suciati MPd, dalam sambutannya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani mengikuti munaqosah.
“Kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi bunda-bunda yang lain untuk terus belajar Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Belajar Kreatif Al-Qur’an (BEKAL) sehingga para orang tua dapat mendampingi serta mendukung pembelajaran Al-Qur’an putra-putrinya di rumah” tuturnya.
Munaqosah tersebut menghadirkan Koordinator Tilawati Cabang Sidoarjo, H Muhammad Sholeh SAg, sebagai munaqis (penguji). Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa belajar membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban setiap muslim tanpa memandang usia.
“Belajar mengaji adalah kewajiban bagi setiap muslim dan tidak terbatas oleh usia. Setelah bisa membaca Al-Qur’an, hendaknya terus istiqamah belajar dan membacanya” terang Sholeh.
“Bahkan lebih baik lagi jika ilmu yang diperoleh diamalkan dengan mengajarkan kepada teman, tetangga, atau siapa saja yang belum bisa membaca Al-Qur’an” pesannya.
Sementara itu, Kepala Urusan ISMUBA SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Abdul Rohim, SHI, menyampaikan bahwa munaqosah ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Al-Qur’an yang dilaksanakan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, sekolah memiliki alat ukur terhadap capaian pembelajaran Al-Qur’an para peserta. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan keseriusan seluruh pihak yang terlibat, termasuk sekolah, dalam upaya dakwah membelajarkan Al-Qur’an kepada murid maupun wali murid” tutur Rohim.
“Kami juga berharap kegiatan ini mampu memotivasi wali murid lainnya untuk terus belajar Al-Qur’an tanpa memandang usia” ujarnya.
Semangat Belajar tak Kenal Usia
Salah satu peserta munaqosah, Ebtaria Damayanti, wali murid dari Hamizan kelas 5 Firdaus, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah mengikuti munaqosah perdana tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat melalui proses Munaqosah Tilawati ini dengan berbagai macam rasa yang bercampur aduk. Ada rasa terharu dan bangga karena ini merupakan tes Munaqosah Tilawati pertama yang diikuti oleh ibu-ibu wali murid SDM 3 Ikrom Wage. Akhirnya kami bisa melaluinya dengan lancar tanpa kendala” ungkapnya.
Ia mengaku sempat merasakan ketegangan menjelang pelaksanaan munaqosah.
“Yang tadinya sempat tegang, grogi, dan dag-dig-dug pada masa penantian H-1 tes munaqosah, akhirnya terbayar manis” terang Ebtaria.
“Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ustadz dan ustadzah pendamping yang dengan sabar, ikhlas, dan telaten membimbing kami. Metode Tilawati ternyata mudah dan menyenangkan” tambahnya.
Pelaksanaan munaqosah perdana ini menjadi bukti bahwa semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia.
Melalui program BEKAL dan munaqosah yang berkelanjutan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage berharap dapat melahirkan keluarga-keluarga Qur’ani yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.





0 Tanggapan
Empty Comments