Raut wajah penuh semangat tampak dari para siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jumat pagi (12/06/2026).
Sejak pukul 06.15 WIB, tak sedikit para siswa yang datang ke sekolah. Mereka langsung menuju ke dining room untuk berkumpul dan siap berangkat untuk mengikuti kegiatan Kemah Akhir Pekan (Kemahiran).
Walaupun pagi itu sempat sempat diwarnai hujan ringan, akhirnya siswa SDMM mulai berangkat menuju ke Bumi Perkemahan (Buper) Semen Indonesia Gresik (SIG) pukul 07.30.
Kemah Gabungan Ratusan Siswa
Bumi Perkemahan (Buper) Semen Indonesia Gresik menjadi saksi keseruan Kemah Akhir Pekan (Kemahiran) SDMM Gresik yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, (12-13/06/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas IV dari tiga sekolah/madrasah yakni SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) sebanyak 80 siswa, MI Muhammadiyah 1 Gumeno sebanyak 12 siswa, dan MI Muhammadiyah 2 Karangrejo sebanyak 15 siswa.
Lebih lanjut, Kemahiran ini menjadi momentum penting sebagai penanda kenaikan tingkat bagi para peserta dari Pandu Athfal ke jenjang Pengenal.
Anggota Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Gresik Lilik Isnawati MPd dan Muhammad Taufiq MPdI Ketua PCM Manyar resmi membuka acara Kemahiran.
Selain itu, turut hadir juga dalam acara tersebut Koordinator Kesiswaan SDMM, Niswatul Mujtahidah SE.
Dalam sambutannya, Lilik Isnawati MPd menyampaikan permohonan maafnya karena Kakwarda HW Gresik yang tidak bisa hadir dalam acara pembukaan.
Anggota Kwarda HW Gresik, Lilik Isnawati memberikan motivasinya kepada para siswa agar bisa semangat dalam mengikuti kegiatan Kemahiran selama dua hari ini.
“Kegiatan Kemahiran ini harusnya bisa menjadi salah kegiatan yang melatih kemandirian para siswa, apapun harus dilakukan secara mandiri selama dua hari berkegiatan di Buper SIG” ucap Lilik Isnawati.
Berbeda dengan segala aktifitas yang dilakukan di rumah masing-masing yang masih sering dibantu oleh Ayah dan Bunda.
Selama dua hari kemah, para peserta diajak untuk mengikuti berbagai aktivitas yang memperkuat kemampuan dan karakter sebagai anggota Hizbul Wathan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar keterampilan outdoor, tetapi juga mempererat ukhuwah antar peserta dari ketiga sekolah/madrasah Muhammadiyah di Manyar.
Di samping itu, sejumlah lomba yang ada di Kemahiran ini pun beraneka ragam. Mulai menghias tenda, sandi, kemampuan indera manusia (KIM) lihat, bau, raba, rasa, serta pentas seni di malam hari.
Suasana kemah yang penuh keceriaan dan kehangatan menjadikan pengalaman ini tak terlupakan.
Dengan semangat kebersamaan dan pembelajaran yang efektif, harapannya Kemahiran di Buper SIG Gresik menjadi pijakan awal yang kokoh dalam perjalanan para siswa sebagai Pandu Pengenal, menyiapkan mereka untuk tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments