Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Inspiratif Agung Sulistyo, dari Satpam hingga Raih Gelar Doktor di UMY

Iklan Landscape Smamda
Kisah Inspiratif Agung Sulistyo, dari Satpam hingga Raih Gelar Doktor di UMY
Agung Sulistyo saat wisuda di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Foto: Abdul Majid/UMY

Di balik toga doktor yang dikenakannya saat wisuda di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (11/6/2026, tersimpan kisah perjuangan panjang Dr. Agung Sulistyo, S.E., M.M., CHE.

Jauh sebelum menjadi dosen dan menyandang gelar doktor, pria asal Tangerang itu pernah menghabiskan malam-malamnya berjaga di pos satpam sambil mengerjakan tugas kuliah.

Berasal dari keluarga buruh dengan keterbatasan ekonomi, Agung membuktikan bahwa pendidikan mampu menjadi jalan untuk mengubah nasib dan mengangkat derajat seseorang.

Agung Sulistyo tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras yang ditanamkan kedua orang tuanya yang bekerja sebagai buruh. Setelah lulus Sekolah Menengah Teknik (STM) jurusan Teknik Gambar Bangunan pada 2002, ia sempat bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri.

Namun, takdir membawanya ke jalan yang berbeda. Pada 2005, Agung berangkat ke Yogyakarta sebagai relawan. Dari kota pelajar itulah perjalanan hidupnya perlahan berubah.

Menjadi Satpam dan Kuliah Sambil Jaga Malam

Pada 2008, Agung memperoleh pekerjaan sebagai tenaga keamanan di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Saat itu, ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari dirinya akan menyandang gelar doktor.

“Sebagai satpam, saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini,” ujarnya usai mengikuti prosesi wisuda UMY.

Setahun kemudian, ia mengambil keputusan besar dengan mendaftar kuliah kelas karyawan di salah satu sekolah tinggi ilmu ekonomi di Yogyakarta. Keputusan tersebut bukan perkara mudah. Gaji yang terbatas membuatnya harus mencicil biaya pendidikan sedikit demi sedikit.

Hari-harinya dipenuhi perjuangan. Seusai mengikuti perkuliahan, ia langsung berangkat bekerja. Ketika bertugas menjaga keamanan pada malam hari, pos satpam kerap menjadi tempatnya menyelesaikan tugas-tugas kuliah hingga menjelang pagi.

“Tantangan terbesar waktu itu adalah membagi waktu. Kalau sedang jaga malam, setelah kuliah saya langsung ke tempat kerja, lalu mengerjakan tugas di pos satpam sampai pagi,” kenangnya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Agung berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2013, kemudian melanjutkan studi magister dan lulus pada 2015.

Kisah Inspiratif Agung Sulistyo, dari Satpam hingga Raih Gelar Doktor di UMY
Foto: Agung Sulistyo saat jadi satpam. Foto: Ist

Titik balik kehidupannya datang setelah menikah pada 2014. Sang istri, Bdn. Intan Mutiara Putri, S.ST., M.Keb., menjadi sosok yang terus mendorong dan membuka wawasan Agung untuk mencoba dunia pendidikan.

“Saya tidak pernah membayangkan menjadi pengajar. Tapi istri saya terus mendorong dan membuka cara pandang baru tentang masa depan,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Kesempatan itu datang ketika pada 2015 ia diterima sebagai dosen di salah satu sekolah tinggi pariwisata di Yogyakarta. Dari seorang satpam yang bertugas menjaga keamanan, Agung bertransformasi menjadi pendidik yang membimbing mahasiswa.

Semangat belajar Agung tidak berhenti. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan. Atas rekomendasi para dosen pembimbingnya, ia memilih melanjutkan studi di Program Doktor Manajemen UMY.

Meski perjalanan meraih gelar doktor penuh tantangan, Agung tetap bertahan. Disiplin yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Sejak masih bekerja sebagai satpam, ia memiliki doa yang terus dipanjatkan kepada Allah, yakni memohon agar dapat mengangkat derajat melalui ilmu pengetahuan. Bertahun-tahun kemudian, doa itu akhirnya terjawab.

Tidak Takut Bermimpi Besar

Bagi Agung, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah. Ia meyakini bahwa mimpi besar merupakan bahan bakar yang membuat seseorang terus bergerak maju.

“Saya selalu bilang kepada mahasiswa, jangan takut bermimpi tinggi. Kalau pun jatuh, kita tidak akan jatuh terlalu jauh dari apa yang kita impikan,” katanya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tetap sabar dan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi setiap proses kehidupan.

“Sabar, kuatkan mental, semua akan ada waktunya. Usaha-usaha baik yang terus dilakukan pasti akan menemukan jalannya sendiri,” pungkasnya.

Kini, Dr. Agung Sulistyo berkomitmen melanjutkan pengabdiannya di dunia akademik melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, dan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi jalan untuk mengubah kehidupan seseorang. :::
Penulis :

Fotografer : Abdul Majid

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 12/06/2026 23:11
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu