SMK Muhammadiyah 4 Padangan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Program Literasi Digital “Cerdas dan Sehat untuk Remaja” yang merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 10.30 WIB dan diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Acara ini menghadirkan berbagai tokoh Muhammadiyah dan dunia pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi digital bagi generasi muda. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, Mustadjid.
Pentingnya Pendidikan Karakter dan Literasi Digital
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pendidikan karakter dan kemampuan literasi digital di era perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Anak-anak muda saat ini hidup berdampingan dengan teknologi dan media sosial. Karena itu, diperlukan pendampingan agar mereka mampu menggunakan teknologi secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Padangan, Firman, yang mengapresiasi adanya program kolaborasi antara EMCL dengan sekolah Muhammadiyah dalam mendukung pengembangan kemampuan siswa di bidang digital.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 4 Padangan, Moch Nur Muadzin, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan program. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa maupun guru.
“Kami berharap program ini mampu membentuk siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital,” ungkapnya.
Penguatan Literasi Digital
Turut hadir pula Ketua Pemuda Muhammadiyah yang memberikan dukungan terhadap pentingnya penguatan literasi digital di kalangan remaja sebagai upaya membangun generasi yang kreatif dan produktif.
Pada sesi utama, narasumber Faisol memberikan pemaparan mengenai gambaran program literasi digital yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Dalam program tersebut, setiap sekolah akan melibatkan satu guru champion dan satu siswa sebagai peserta inti pelatihan.
Faisol menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran siswa terhadap berbagai tantangan di dunia digital. Ia menyoroti maraknya kasus bullying di media sosial, penyebaran informasi hoaks, hingga bahaya judi online yang kini semakin dekat dengan kehidupan remaja.
“Media sosial bisa menjadi sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak. Karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan memilah informasi, menjaga etika digital, serta memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif dan kreatif,” jelasnya.
Selain pelatihan, di akhir program nantinya juga akan diadakan lomba pembuatan konten media sosial kreatif yang akan diikuti sekitar 20 sekolah terpilih, baik sekolah negeri maupun swasta. Melalui lomba tersebut, siswa diharapkan mampu menghasilkan konten edukatif dan inspiratif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti materi. Banyak siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Beberapa siswa yang turut aktif dalam sesi tanya jawab di antaranya Sindy, Akbar, Yusuf, Aditya, dan Fauzy.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya literasi digital serta mampu menjadi generasi muda yang cerdas, sehat, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi di era digital saat ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments