Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) melakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap sekitar 70 siswa SMK Muhammadiyah 12 Sekaran, Rabu (12/8/2026).
Pemeriksaan tersebut diikuti siswa kelas X hingga XII. Selain menjadi bagian dari praktik lapangan mahasiswa, kegiatan ini juga mengenalkan kepada siswa pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan dan pola hidup sejak usia remaja.
Sebanyak enam mahasiswa S1 Keperawatan Umla terlibat langsung dalam pemeriksaan. Mereka melakukan pengukuran tinggi dan berat badan siswa menggunakan alat yang telah disiapkan. Hasil pengukuran kemudian dicatat untuk menjadi data dalam perhitungan IMT.
Pemeriksaan dilakukan secara bergantian. Siswa diarahkan mengikuti setiap tahapan sesuai instruksi mahasiswa, mulai dari pengukuran tinggi badan hingga penimbangan berat badan. Pembagian tugas dilakukan agar pemeriksaan terhadap sekitar 70 siswa dapat berlangsung secara tertib.
Hasil pengukuran tinggi dan berat badan menjadi data awal untuk melihat IMT siswa. Pada kelompok usia remaja, interpretasi IMT perlu mempertimbangkan usia dan jenis kelamin sehingga hasil pengukuran dapat dinilai sesuai kondisi pertumbuhan masing-masing.
Salah satu mahasiswa S1 Keperawatan Umla, Hana, mengatakan pemeriksaan tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar melakukan pengukuran tinggi dan berat badan, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan siswa dan memahami pentingnya pemeriksaan status gizi sejak usia remaja,” ujarnya.
Menurut Hana, interaksi langsung dengan siswa juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa. Selain menguasai teknik pengukuran, mahasiswa perlu mampu memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami serta membangun komunikasi yang baik selama pemeriksaan berlangsung.
Bagi siswa, pemeriksaan tersebut memberikan kesempatan untuk memperoleh data mengenai tinggi dan berat badan mereka. Informasi tersebut dapat menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan serta mendorong siswa untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan dan aktivitas fisik.
Pemeriksaan antropometri juga menjadi salah satu keterampilan dasar yang perlu dikuasai mahasiswa keperawatan. Melalui praktik langsung di lingkungan sekolah, mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di ruang perkuliahan dengan kondisi di lapangan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan pentingnya pemantauan kesehatan sejak usia remaja. Kesadaran terhadap kondisi tubuh dan kebiasaan hidup sehat diharapkan dapat tumbuh melalui edukasi dan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala.
Pemeriksaan IMT di SMK Muhammadiyah 12 Sekaran menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan mahasiswa S1 Keperawatan Umla sekaligus sarana edukasi kesehatan bagi siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments