Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMS Kenalkan Sains Sederhana Lewat Praktik Membuat Es Krim di Malaysia

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMS Kenalkan Sains Sederhana Lewat Praktik Membuat Es Krim di Malaysia
Anak-anak Sanggar BimbinganBanting, Malaysia diajri membuat es krim tanpa freezer. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan konsep sains sederhana kepada anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Banting, Malaysia, melalui praktik membuat es krim tanpa freezer.

Kegiatan dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026 itu mengajak peserta belajar tentang penurunan titik beku dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Belajar sains tak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Hal itu dibuktikan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat mengajak anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Banting, Malaysia, membuat es krim dari tangan sendiri dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 18 anak yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan eksperimen.

Dengan bahan sederhana berupa susu, es batu, dan garam, Hanifah Herawati dari Prodi Ilmu Gizi bersama Naswa Labibah dari Prodi Kesehatan Masyarakat mengajarkan konsep sains melalui praktik langsung membuat es krim tanpa bantuan freezer maupun mesin.

Hanifah menjelaskan, eksperimen itu memperkenalkan prinsip penurunan titik beku. Ketika garam ditambahkan ke dalam es batu, suhu campuran menjadi jauh lebih dingin hingga di bawah nol derajat Celsius.

Suhu dingin tersebut kemudian menyerap panas dari susu di dalam kaleng sehingga perlahan berubah menjadi es krim.

“Konsep kimia yang sering ditemui di buku pelajaran bisa dirasakan langsung melalui pengalaman nyata,” ujar Hanifah, Senin (29/6/2026).

Rasa ingin tahu anak-anak sudah terlihat sejak awal kegiatan. Salah satu peserta, Nadhifa, mengaku heran melihat susu cair bisa berubah menjadi es.

“Kok bisa ya susu yang cair tiba-tiba jadi es? Itu gimana caranya?” kata Hanifah menirukan pertanyaan Nadhifa.

Pertanyaan itu menjadi pintu masuk bagi mahasiswa UMS untuk menjelaskan proses ilmiah secara sederhana dan komunikatif. Anak-anak pun tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut membuktikan sendiri hasil eksperimen tersebut.

SMPM 5 Pucang SBY

Proses pembuatan es krim juga mengajarkan kerja sama dan kesabaran. Anak-anak harus bergantian memutar kaleng berisi susu di dalam wadah berisi es dan garam dalam waktu yang cukup lama.

Mereka saling berbagi peran dan menyemangati agar eksperimen berhasil.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, es krim akhirnya terbentuk. Nadhifa yang sejak awal paling penasaran menjadi salah satu peserta pertama yang mencicipinya.

“Rasanya kok agak asin,” ungkapnya sambil tertawa.

Hanifah menjelaskan, rasa asin berasal dari garam yang digunakan dalam proses pembekuan. Garam tersebut memang berperan penting untuk menurunkan titik beku sehingga susu dapat berubah menjadi es krim.

Kegiatan eksperimen sains ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN Internasional UMS di SB Banting. Selain mengenalkan sains secara aplikatif, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai kerja sama, rasa ingin tahu, dan keberanian mencoba hal baru.

Melalui pendekatan belajar yang menyenangkan, mahasiswa UMS berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang pengalaman seru, tetapi juga pemahaman bahwa sains dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Di balik es krim sederhana yang dibuat bersama, tersimpan pelajaran tentang proses, kolaborasi, dan kegembiraan belajar. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 30/06/2026 06:22
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu