Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Masjid Butuh Generasi Penerus, Ar-Royyan Buduran Latih Anak Berani Bicara di Depan Umum

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Masjid Butuh Generasi Penerus, Ar-Royyan Buduran Latih Anak Berani Bicara di Depan Umum
Foto peserta saat praktik memegang mic dengan benar dan santai. (Farasdinnar/PWMU.CO)
pwmu.co -

Jika anak-anak hanya dikenalkan dengan masjid ketika harus diam, duduk tertib, dan tidak boleh banyak bergerak, bagaimana mereka akan tumbuh mencintai masjid? Padahal, masjid membutuhkan anak-anak sebagai generasi penerus, sementara anak-anak membutuhkan ruang yang aman dan nyaman untuk belajar, bermain, membangun karakter, serta mengembangkan keterampilan hidup.

Berangkat dari semangat tersebut, Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, kembali menghadirkan kegiatan khusus anak-anak melalui program Giat Anak Masjid Ar-Royyan (GAMA). Kali ini, GAMA mengusung konsep berbeda dengan menyelenggarakan pelatihan public speaking bertajuk “Junior Muslim Speaker: Berani Bicara, Santun, Lugas, dan Menginspirasi.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad (11/10/2026), pukul 09.00–11.30 WIB, bertempat di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran yang berada di kawasan pergudangan dan industri Lingkar Timur, Buduran, Sidoarjo.

Berbeda dari kegiatan anak-anak pada umumnya yang kerap dikemas dalam bentuk perlombaan, GAMA kali ini menghadirkan ruang belajar yang berfokus pada pengembangan keterampilan komunikasi. Pelatihan dirancang dengan porsi praktik yang lebih banyak agar anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga berani mencoba secara langsung.

Sebanyak 39 peserta terdaftar dalam kegiatan tersebut. Antusiasme mereka terlihat sejak pagi. Bahkan, sekitar pukul 08.00 WIB, satu jam sebelum kegiatan dimulai, peserta mulai berdatangan ke lokasi. Jumlah peserta sengaja dibatasi agar proses pelatihan dapat berlangsung lebih efektif dan setiap anak memperoleh kesempatan untuk berlatih.

Hadirkan Kader Muda Muhammadiyah sebagai Narasumber

Pelatihan Junior Muslim Speaker menghadirkan Shintya Iftitah Dzikrullah sebagai narasumber. Ia merupakan kader muda Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BEM Universitas Airlangga tahun 2026 serta aktif dalam organisasi Education Development Cakap Berbicara.

Kehadiran Shintya diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus pengalaman belajar yang relevan bagi anak-anak dalam mengembangkan keberanian berbicara, menyampaikan gagasan, dan tampil di depan orang lain.

Metode pelatihan kali ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Pada awal sesi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar berbicara di depan umum. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara bergiliran, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mencoba tampil dan menerapkan materi yang telah dipelajari.

Melalui pendekatan tersebut, anak-anak didorong untuk belajar secara langsung, membangun kepercayaan diri, serta membiasakan diri menyampaikan pikiran dengan bahasa yang santun, lugas, dan mudah dipahami.

Membekali Generasi Penerus dengan Keterampilan Sejak Dini

Athiyyahrahma, selaku project leader Junior Muslim Speaker, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya membekali generasi penerus dengan keterampilan komunikasi dan keberanian untuk tampil.

“Kegiatan pelatihan ini kami adakan untuk membekali generasi penerus agar lebih dini memahami pentingnya keberanian berbicara. Kami ingin anak-anak memiliki ruang untuk belajar menyampaikan pendapat, melatih kepercayaan diri, dan membangun kemampuan komunikasi yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka,” ungkap Athiyyahrahma.

Tiya, sapaan akrabnya, yang juga aktif di Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Buduran, menambahkan bahwa keberanian berbicara dan tampil di depan orang lain merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap anak.

Menurutnya, kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan ketika anak mengikuti kegiatan di sekolah atau tampil dalam perlombaan. Lebih dari itu, keterampilan komunikasi membantu anak berinteraksi, menyampaikan pikiran, serta membangun hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya.

“Kami yakin kemampuan berani berbicara dan berani tampil merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki semua orang. Dengan kemampuan tersebut, anak-anak akan lebih mudah bergaul dan diterima di lingkungannya,” tambahnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Melalui pendekatan pelatihan yang dirancang khusus untuk anak-anak, GAMA berupaya menjadikan masjid sebagai tempat untuk belajar hal-hal baru yang dekat dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka. Masjid tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan ibadah, tetapi juga ruang pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi generasi muda.

Orang Tua Merasa Nyaman Anak Berkegiatan di Masjid

Manfaat kegiatan semacam ini juga dirasakan oleh orang tua peserta. Yuni, salah satu orang tua yang mengikutsertakan anaknya, mengaku senang dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran.

Ia mengatakan selalu menantikan program-program anak yang diadakan masjid tersebut. Menurutnya, kegiatan anak memang banyak tersedia di luar lingkungan masjid, tetapi ia merasa lebih nyaman ketika anak-anak mendapatkan kesempatan belajar dan beraktivitas di lingkungan masjid.

“Saya senang sekali dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan Ar-Royyan. Sebagai orang tua, saya selalu menunggu kegiatan dari Ar-Royyan. Di luar memang banyak yang mengadakan kegiatan serupa atau kegiatan lainnya, tetapi saya pribadi lebih suka dan lebih nyaman jika kegiatan anak-anak dapat diakomodasi oleh masjid. Dengan begitu, saya juga bisa mengajak dan mengenalkan anak-anak bahwa berkegiatan di masjid itu menyenangkan,” tutur Yuni

Ia juga mengapresiasi keberadaan area bermain atau playground yang disediakan Masjid Ar-Royyan untuk anak-anak. Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi keluarga yang ingin mengenalkan masjid kepada anak melalui pengalaman yang menyenangkan.

Bagi orang tua, lingkungan yang ramah anak menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan positif. Ketika anak merasa diterima, nyaman, dan memiliki kegiatan yang sesuai dengan kebutuhannya, masjid berpeluang menjadi salah satu tempat yang ingin mereka kunjungi kembali.

Masjid Ramah Anak, Investasi bagi Masa Depan

Kegiatan Junior Muslim Speaker menjadi salah satu bentuk ikhtiar Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran dalam memperluas peran masjid bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Mengenalkan masjid kepada anak tidak cukup hanya melalui ajakan untuk datang dan beribadah. Anak-anak juga perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi, mengeksplorasi potensi, belajar bertanggung jawab, membangun pertemanan, dan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi masa depan mereka.

Karena itu, masjid yang ramah anak bukan berarti menghilangkan nilai ketertiban dan adab. Sebaliknya, masjid perlu menghadirkan pendekatan pendidikan yang membuat anak memahami adab melalui pengalaman yang positif, bukan melalui rasa takut atau penolakan.

Anak-anak adalah bagian dari masa depan masjid. Jika hari ini mereka tidak diberi ruang untuk mengenal, mencintai, dan terlibat dalam kegiatan masjid, maka jangan heran jika kelak mereka merasa asing dengan rumah ibadahnya sendiri.

Masjid tidak cukup hanya menunggu anak-anak tumbuh dewasa untuk kemudian mengajak mereka memakmurkannya. Masjid harus hadir sejak mereka kecil—menjadi tempat yang aman untuk belajar, nyaman untuk bermain, kuat dalam menanamkan nilai-nilai Islam, serta terbuka dalam mengembangkan keterampilan hidup. Sebab, ketika masjid mampu membuat anak-anak merasa diterima dan bertumbuh, sesungguhnya masjid sedang menyiapkan generasi penerus yang kelak akan menjaga dan memakmurkannya. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 14/10/2026 15:54
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu