Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tuban menggelar Dauroh Tahfidz selama lima hari, mulai Jumat-Selasa (05–09/06/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh santri tersebut menghadirkan ulama asal Yaman, Syekh Abdullah Omar Al-Hadrami, untuk memberikan pembinaan tahfidz dan kajian keislaman secara langsung.
Selama dauroh berlangsung, para santri menjalani program intensif peningkatan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an sejak selepas Subuh hingga malam hari.
Tahfidz hingga Evaluasi Hafalan
Dalam sehari, mereka mengikuti enam sesi pembelajaran yang terdiri atas tahfidz, murajaah, tahsin, serta evaluasi hafalan. Dua sesi di antaranya dibimbing langsung oleh Syekh Abdullah Omar Al-Hadrami.
Koordinator Al-Qur’an MBS Tuban, Arinda, menjelaskan bahwa dauroh tahfidz merupakan salah satu upaya pesantren untuk membantu santri mencapai target hafalan satu juz setiap semester.
“Kegiatan dauroh tahfidz merupakan salah satu upaya untuk membantu santri mencapai target hafalan satu juz setiap semester. Melalui kegiatan ini santri didorong untuk menambah hafalan dan memperkuatnya dengan murajaah” ujarnya.
Menurutnya, intensitas interaksi santri dengan Al-Qur’an selama dauroh jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. Jika pada kegiatan reguler santri mengikuti dua sesi hafalan setiap hari, selama dauroh jumlah tersebut meningkat menjadi enam sesi.
“Jika pada hari-hari biasa santri menghafal Al-Qur’an dalam dua sesi per hari, maka selama dauroh mereka mengikuti enam sesi hafalan setiap hari” terang Arinda.
Ia berharap, Dauroh ini dapat membiasakan santri untuk lebih sering berinteraksi dengan Al-Qur’an sehingga hafalan mereka semakin kuat dan meningkat.
Pesan Syekh
Kehadiran Syekh Abdullah Omar Al-Hadrami memberikan pengalaman berharga bagi para santri. Selain mendapatkan koreksi bacaan secara langsung, mereka juga memperoleh motivasi untuk menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an serta menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu.
Rangkaian Dauroh Tahfidz ditutup pada Selasa (09/06/2026) melalui kajian umum yang terbuka untuk masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Syekh Abdullah Omar Al-Hadrami mengingatkan pentingnya menjaga ibadah lisan sebagai amalan yang ringan namun memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Beliau mengajak jamaah untuk senantiasa membasahi lisan dengan tilawah Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, dan memperbanyak zikir dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah lisan merupakan amalan yang mudah dilakukan oleh setiap muslim. Karena itu, jangan sampai lisan kita kosong dari tilawah Al-Qur’an, istighfar, dan zikir kepada Allah” pesannya di hadapan jamaah.
Melalui kegiatan ini, MBS Tuban berharap budaya Qurani semakin tumbuh di lingkungan pesantren serta mampu membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, kuat hafalannya, dan berakhlak mulia.





0 Tanggapan
Empty Comments