Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengasah Taat di Jamarat

Iklan Landscape Smamda
Mengasah Taat di Jamarat
Mengasah Taat di Jamarat
pwmu.co -

Tanggal 27 Mei 2026, perjalanan kami lanjutkanke Mina. Allhamdulillah, sampai di Mina pukul 02.37. Turun dari bus, petugas datang dengan membawa nomor yang menandakan kelompok tenda kami. Kami dibawa ke tenda sesuai pembagian dari petugas.

Alhamdulillah, kami sampai dan mendapatkan tenda.Tendanya tidak sebesar ketika ketika di Arafah, tapi alhamdulillah bagus. Kami ada dalam satu tenda dengan  kloter 76.

Alhamdulillah kami berbagi tempat tidur di sini dan semuamendapatkannya. Langsung kami beristirahat, minimal rebahan. Saya, alhamdulillah tertidur walau cuma sebentar. Tiba-tiba sudah adzan subuh.

Kami shalat subuh dan diingatkan untuk bersiap siap ke Jamarat. Jadwal kami, mulaipukul07.00 WAS melemparjumroh. Jadi,pukul 06.00 WAS sudah siap-siap.Alhamdulillah terlihat para jamaah tetap bersemangat.

Menundukkan Pengganggu

Setelah dari Arafah kami ke Musdalifah,lalu ke Mina. Sekarang, pukul 06.00 WAS kami siap-siap dengan batu yang harus dibawa ke jamarat. Kami tidak sarapan, karena belum datang. Meski begitu, kami semuanya terus bersemangat.

Berangkatlah kami ke Jamarat untuk melempar jumrah Aqobah. Kami bergerak dengan mengucapkan lafal mengagungkan Allah.Kami berjuang untuk melempar jumrah. Simbol perlawanan pada setan yang mencoba mengganggu Nabi Ibrahim As dan juga simbol ketaatan Nabi Ibrahim As pada Allah yang memerintahkan untuk menyembelih Ismail As. Sekarang, kami berusaha merasakan apa yang dirasakan dulu ketika Nabi Ibrahim As mengusir godaan setan.

Alhamdulillah, kami bergerak dalam satu kelompok besar. Bisa merasakan berada di Terowongan Mina. Bagaimana di situ kami pun kembali lagi belajar sabar, ikhlas, dan saling pedulisatu sama lain.Kami lalui momentum ini dengan penuh kebersamaan.

Sampailah di Jamarat. Ada aba-aba dari pembimbing, jangan melempar kalau masih belum dekat. Pastikan batu yang kita lempar itu masuk. Alhamdulillah, hari itu kami berhasil melakukan salah satu bagian dari rangkaian ibadah setelah sehari sebelumnya mengikuti kegiatan puncak haji, wukuf di Arafah. Alhamdulillah, Engkau sudah mudahkan Yaa Allah. Engkau sudah sehatkan kami Yaa Allah.Engkau sudah kuatkan kami Yaa Allah, dalam rangkaian ibadah di mana kami dalam posisi berihram.

”Interupsi” Kecil

Setelah melempar jumrah, ada perasaan lega. Kami baru saja belajar menundukkan ”pengganggu”, yang memang harus dilawan agar selamat.Setelah itu, kami bertahallul. Adatangis haru di antara kami. Lalu, kami istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke tenda.

Perjalanan dari tempat lempar jumrah menuju tenda kami lalui dengan  kebersamaan dan dalam kelompok besar. Kami saling jaga, saling peduli,dan saling menguatkan. Performa kami beragam. Ada yang kecapaian, ada yang mulai lemah. Bisa dimaklumi! Ini, karena rangkaian acaranya yang sejak malam sebelumnya, bisa dibilang masih belum tidur.

Inilah perjuangan. Di tengah perjalanan, kami menemukan orang yang dehidrasi atau ada juga orang yang hampir pingsan.Ada yang hampir jatuh karena sandalnya terinjak orang lain. Atas itu semua, kami saling jaga dan bantu dengan sigap walaupun tidak kenal satu sama lain.

Masih di perjalanan, ada seorang ibu mendekat ke saya. Sambil menangis dia semprotkan botol yang isinya air. Dia berkata sambil menangis haru: ”Sini, saya kasih kamu air karena kamu sudah menolong saya.”

SMPM 5 Pucang SBY

Saya kaget pada apa yang dilakukan beliau. Hal itu, karena tidak sebanding dengan apa yang saya lakukan kepadanya. Saya menganggap apa yang saya lakukan adalah hal kecil. Namun, ibu itu begitu berterimakasihkepada saya. Ibu itu memeluk saya sambil terus berucap terimakasih.

Alhamdulillah,Yaa Allah. Hal yang kecil, tapi mendapat bonus. Bahkan,doa juga beliau ucapkan untuk kebaikan saya.

Doa Kami

Akhirnya, kami sampai di tenda. Alhamdulillah, kami sudah menikmati ibadah di jamarat. Kami anggap, panas siang menjadi hangat dan semoga menjadi penggugur dosa kami. Pikiran positif seperti ini, selalu memotivasi diri saya:”Ini panas, jangan rasakan!Tidak boleh mengeluh, dengan panas  itu! Insya Allah akan menggugurkan dosa kita!”

Di tenda, kami sempat bercanda sebentar. Kami lalu istirahat. Kami sudah tidak menghitung lagi berapa kilometer yang kami lalui dari tenda ke lempar jumroh dan berapa jauh saat pulangnya.

Saat istirahat, masih belum masuk waktu dzuhur.Setelah istirahat sebentar, kemudian kami bersih-bersih. Perasaan lega, karena kami sudah bisa melepaskan ihram. Saatnya untuk mandi.

Alhamdulillah, kami semuanya sehat, mulai berangkat sampai kembali ke tenda. Semuanya tidak ada yang tinggal karena sakit.

Siangnya,kami istirahat lagi. Sore, kami melakukan kegiatan di tenda: Mengaji, dzikir, bermunajat,dan bermuhasabah. Kami juga saling mengingatkan, bahwa pada perjalanan besok kita harus siapkan mulai dari sebelum kita subuh.Jadi semuanya harus istirahat.

Yaa Allah, berikan kami kekuatan untuk menikmati semua proses. Semua itu, nantinya tidak akan pernah kami lupakan di sepanjang usia kami. Berbagai proses itu nantinya akan menjadi saksi bahwa kami datang melakukan ibadah dan menikmati segenap prosesnya.

Semoga Engkau kuatkankami, Yaa Allah. Kuatkan, sampai kegiatan haji selesai. Aamiin,Yaa Rabbal Aalamiin.

Revisi Oleh:
  • Satria - 29/05/2026 15:14
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu