Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Krembangan menggelar pembinaan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Mengembangkan Sekolah Unggul Bersama”, kegiatan berlangsung di Auditorium AR. Fakhruddin, lantai 4 SD Muhammadiyah 11 Surabaya, dan diikuti 70 guru serta karyawan.
Kegiatan menghadirkan Ustaz Ir. Sudarusman sebagai narasumber. Turut hadir Sekretaris PCM Krembangan Muhammad Yusuf, S.Th.I., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Dr. Izza Anshory, S.T., M.T., serta Dr. Irwan Syahrir, S.T., M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Mursiah, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan program dan fasilitas. Kebersamaan, keteladanan, kompetensi, serta komitmen seluruh warga sekolah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
“Sekolah unggul tidak dibangun oleh satu orang. Dibutuhkan kebersamaan, keteladanan, dan komitmen seluruh warga sekolah,” ujar Mursiah.
Menurutnya, pembinaan menjadi momentum untuk menyatukan langkah sekaligus memperkuat semangat guru dan karyawan agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Dalam pembinaannya, Ustaz Ir. Sudarusman menekankan pentingnya membangun lima etos sebagai landasan dalam mengembangkan Muhammadiyah, yakni etos gerakan, etos ilmu, etos amal, etos perubahan, dan etos berkemajuan.
Etos gerakan mendorong warga Muhammadiyah untuk terus bergerak dan mengambil peran dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Etos ilmu menumbuhkan semangat untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan wawasan.
Sementara etos amal mengajarkan agar ilmu dan gerakan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Adapun etos perubahan menuntut kesiapan menghadapi dinamika dan tantangan zaman. Sedangkan etos berkemajuan menjadi dorongan untuk terus berinovasi, menghasilkan karya, dan meningkatkan kualitas kehidupan melalui berbagai amal usaha Muhammadiyah.
Kelima etos tersebut relevan diterapkan dalam pengembangan sekolah. Guru dan karyawan tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif dan pembelajaran, tetapi juga memiliki semangat untuk terus belajar, berinovasi, berkolaborasi, serta menghadirkan perubahan positif bagi peserta didik.
Sudarusman juga menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan dan para pelaksana di lapangan. Menurutnya, kemajuan sekolah akan lebih mudah dicapai ketika seluruh unsur memiliki visi yang sama dan mampu menjalankan perannya secara optimal.
“Sekolah dapat maju dan berkembang karena adanya sinergi antara para pelaksana di lapangan dengan pimpinan. Ketika seluruh unsur sekolah memiliki visi yang sama, saling mendukung, dan menjalankan perannya dengan baik, maka kemajuan sekolah menjadi tanggung jawab sekaligus hasil kerja bersama,” tuturnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Krembangan, Dr. Izza Anshory, dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga komitmen dalam menjalankan amanah. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan kandungan Surah Al-‘Ashr, terutama tentang pentingnya iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran.
Ia juga mengajak guru dan karyawan untuk terus menjaga keteladanan dalam menjalankan tugas serta mensyukuri amanah melalui ihsan, yakni berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan.
“Komitmen harus dijaga dan keteladanan harus terus dihadirkan. Bersyukurlah dengan cara ihsan, memberikan yang terbaik dalam setiap amanah,” pesannya.
Ia juga mendoakan agar seluruh guru dan karyawan senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, serta kelapangan rezeki dalam menjalankan pengabdian di dunia pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris PCM Krembangan, Muhammad Yusuf, S.Th.I., turut mengajak guru dan karyawan untuk memahami dan menghayati visi sekolah. Ia mengemas penyampaian tersebut secara interaktif dengan melemparkan pertanyaan tentang visi kepada peserta.
Guru dan karyawan yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan doorprize. Cara tersebut membuat suasana pembinaan lebih cair sekaligus menjadi sarana untuk menguji sejauh mana visi sekolah dipahami dan diingat oleh seluruh warga sekolah.
Pesan “satu visi, satu semangat, dan satu ikhtiar” menjadi penguat komitmen bersama dalam mengembangkan SD Muhammadiyah 11 Surabaya sebagai sekolah yang berprestasi, berakhlak mulia, dan semakin dipercaya masyarakat.
Kegiatan pembinaan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi dan penguatan sinergi antara pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan. Dengan kolaborasi yang solid dan semangat lima etos Muhammadiyah, seluruh warga sekolah diharapkan mampu mengambil peran dalam mewujudkan pendidikan yang terus bergerak, belajar, beramal, berubah, dan berkemajuan.
Pagi hari memetik melati,
Harum semerbak di halaman sekolah.
Bersama melangkah sepenuh hati,
Sekolah unggul semakin berkah.





0 Tanggapan
Empty Comments