Semangat Muhammadiyah dalam memadukan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pelestarian budaya kembali nyata di MI Muhammadiyah 03 Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jumat (24/7/2026).
Acara dibuka dengan suasana yang menyejukkan hati. Persembahan Tari Kreasi Merak Sutra dari siswa-siswi MIM 03 Weru tampil anggun dengan balutan kostum biru dan kuning keemasan.
Tepuk tangan para tamu undangan mengiringi setiap gerakan. Penampilan ini menjadi simbol bahwa di tengah arus modernisasi dan penguatan ekonomi, seni dan budaya di lingkungan Muhammadiyah tetap hidup, dirawat, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Setelah itu, rangkaian acara inti Sosialisasi Program Peningkatan Ekonomi Jalamu (Jamaah Nelayan Muhammadiyah) dengan tema “Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Pengembangan Usaha Hasil Laut” resmi dimulai.
Program gagasan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah ini bertujuan menguatkan ekonomi umat pesisir agar hasil laut tidak hanya dijual mentah. Tetapi bisa diolah, memiliki nilai tambah, dan menaikkan taraf hidup nelayan.
Lebih lanjut, kegiatan ini dihadiri dan didukung penuh oleh Lazismu PP Muhammadiyah sebagai stimulator penggerak, dan Kiyai Anwar mewakili PDM Lamongan.
Kemudian hadir pula Ketua Jalamu Jawa Timur Sulton Hanafi, Ketua MPM PDM Lamongan Shobikin Amin dan Penasehat Jalamu Lamongan Nu’man Suhadi yang juga ketua MPM PCM Lamongan.
Puncak semangat kebersamaan terlihat setelah sambutan Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr M Nurul Yamin mengajak seluruh tamu undangan turun ke lapangan, melihat langsung kondisi para nelayan di Weru.
Dalam sambutannya, Kiyai Anwar mewakil PDM Lamongan menegaskan kembali tugas Khalifah di muka bumi.
“Sebagai Khalifah kita semua punya kewajiban untuk membangun peradaban yang baik, maka kehadiran MPM PP Muhammadiyah saat ini adalah untuk melakukan dakwah riil di akar rumput” tuturnya.
Di sisi lain, Dr M Nurul Yamin MSi menyampaikan tujuan Program Peningkatan Ekonomi JALAMU ini.
Menurutnya, ini merupakan agenda prioritas MPM PP untuk mendorong terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran profesi nelayan, Anak buah kapal, pengolah hasil laut dan profesi lainnya yang berhubungan dengan nelayan.
“Sehingga akhirnya terbentuk kampung nelayan berkemajuan, pendidikannya maju, lingkungannya bersih dan sehat, masyarakatnya beradab, dan ada keberlanjutan profesi nelayan” ujarnya.
Di tepi pantai, dengan latar deretan perahu nelayan dan bendera berkibar, dilakukan penyerahan simbolis Bendera Jalamu kepada MPM PDM Lamongan.
Momen ini menjadi penanda keseriusan Muhammadiyah untuk memperkuat dakwah di akar rumput, dengan sasaran utama: nelayan dan masyarakat pesisir.
Bendera Jalamu yang diserahkan bukan sekadar kain. Ia adalah amanah, semangat, dan komitmen bahwa Muhammadiyah hadir membersamai, menggerakkan, dan memberdayakan.
Dari ruang kelas madrasah yang riuh oleh tarian anak-anak, hingga bibir pantai yang penuh cerita perjuangan nelayan. Semuanya terhubung dalam satu misi: mencerahkan, memberdayakan, dan memakmurkan umat.
“Dari budaya kita belajar adab. Dari inovasi kita menguatkan ekonomi. Dari pesisir kita menggerakkan dakwah”.





0 Tanggapan
Empty Comments