Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Menjemput Pagi Sehat dengan Bersyukur dan Bergerak

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Menjemput Pagi Sehat dengan Bersyukur dan Bergerak
Ustadz Muhajir memberikan tausiyah melalui cerita yang menginspirasi di kultum pagi. (PWMU/Muhammad Nasikin)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kegiatan pagi peserta Hizbul Wathan dan Real Life SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage hari Jum’at (22/10/2026) diawali dengan pelaksanaan salat tahajud, dilanjutkan salat Subuh berjamaah yang berlangsung dengan khusyuk. Setelah itu, anak-anak mengikuti kultum yang disampaikan oleh Ustadz Muhajir.

Dalam tausiyahnya, beliau mengajak siswa untuk mensyukuri nikmat Allah Swt. yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni anggota tubuh yang diberikan kepada setiap manusia.

Ustadz Muhajir mengawali kultum dengan mengajak anak-anak merenungkan nikmat berupa mata, telinga, dan mulut. Dengan mata, kita dapat melihat indahnya alam dan berbagai ciptaan Allah di sekitar kita.

Dengan telinga, kita bisa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta nasihat yang membawa kebaikan.

Sementara itu, dengan mulut, kita dapat berbicara, menyampaikan kebenaran, dan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik. Semua nikmat tersebut patut disyukuri dengan cara menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Kisah Harun Ar-Rasyid dan Abu Nawas

Agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami, Ustadz Muhajir kemudian menceritakan kisah Raja Harun Ar-Rasyid dan Abu Nawas. Dalam kisah tersebut, Raja Harun Ar-Rasyid merasa sakit dan membutuhkan obat untuk memulihkan kesehatannya.

Sang Raja pun memerintahkan para anggota kerajaan untuk mengadakan sayembara demi menemukan cara menyembuhkan penyakitnya. Hingga akhirnya, datanglah Abu Nawas yang memberikan saran agar Raja mencari telur unta.

Mendengar saran tersebut, Raja Harun Ar-Rasyid berusaha mencari telur unta dengan mendatangi rumah-rumah warga. Namun, setelah sekian lama berkeliling, telur yang dicari tak kunjung ditemukan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Merasa kesal dan menganggap Abu Nawas telah mempermainkannya, Raja akhirnya memanggil Abu Nawas kembali. Sang Raja bahkan berniat menghukum Abu Nawas dengan menggantungnya karena merasa telah diberi saran yang tidak masuk akal.

“Mengapa Paduka raja akan menggantungku, padahal paduka raja serang dalam keadaan sehat”, jelasnya.

Akhirnya Paduka raja menyadari kesehatan tubuhnya dan tidak menggantung Abu Nawas. Nanik, sebaliknya dia berterima kasih dan memberinya sekantong emas.

Kisah ini mengundang perhatian anak-anak sekaligus menjadi pengantar untuk memahami pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Melalui cerita tersebut, Ustadz Muhajir mengajak anak-anak untuk membiasakan diri aktif bergerak dan tidak bermalas-malasan. Tubuh yang sehat perlu dijaga dengan aktivitas fisik, olahraga, serta kebiasaan hidup yang baik. Anak-anak juga diingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah Swt.

Sebab, tubuh yang sehat akan membantu mereka belajar, beribadah, dan melakukan berbagai kebaikan dengan lebih optimal. Pesan pagi itu sederhana tetapi bermakna: bersyukur bukan hanya dengan ucapan, melainkan juga dengan menjaga dan memanfaatkan nikmat Allah sebaik-baiknya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 23/10/2026 18:45
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu