Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menyimak Pesan Khusus Majelis Pauddasmen PDA Gresik di TK ABA 47 Jogodalu Gresik

Iklan Landscape Smamda
Menyimak Pesan Khusus Majelis Pauddasmen PDA Gresik di TK ABA 47 Jogodalu Gresik
Ketua Majelis Pauddasmen PDA Gresik Musyrifah SAg dalam Rapat Koordinasi IGABA Gresik di TK ABA 47 Jogodalu, Benjeng, Gresik. (Elisyah Susanty/PWMU.CO).
pwmu.co -

Semangat transformasi pendidikan terus digaungkan oleh Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Pauddasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik.

Pesan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) pada Sabtu (11/07/2026).

Adapun rapat tersebut bertempat di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 47 Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, dengan mengusung tema “Transformasi Guru untuk Berinovasi Berdampak.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kabupaten Gresik beserta para guru.

Selain menjadi ajang koordinasi, pertemuan ini juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Guru dan Transformasi

Hadir sebagai narasumber utama adalah Ketua Majelis Pauddasmen PDA Gresik Musyrifah SAg. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa guru masa kini tidak cukup hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi harus berani melakukan transformasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, sekolah, dan masyarakat.

“Yang kita butuhkan hari ini bukan sekadar perubahan kecil, melainkan transformasi. Perubahan itu mungkin hanya memperbaiki sebagian, tetapi transformasi mengubah cara berpikir, cara bekerja, hingga tujuan yang ingin dicapai. Transformasi berarti berubah secara menyeluruh dari akar – akarnya untuk menjadi lebih baik” tegas Musyrifah.

Menurutnya, transformasi guru merupakan proses perubahan bentuk, sifat, maupun fungsi sehingga mampu menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Guru tidak lagi hanya menjadi penyampai informasi, melainkan harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ia memberikan contoh sederhana mengenai perubahan peran guru. Selama ini, masih banyak guru yang berperan sebagai “pembeli materi”, yakni hanya mengambil bahan ajar dari berbagai sumber tanpa mengembangkannya.

SMPM 5 Pucang SBY

Fasilitator Pembelajaran

Melalui transformasi, guru diharapkan mampu naik level menjadi fasilitator pembelajaran, bahkan inspirator yang mampu menciptakan inovasi sesuai kebutuhan peserta didik.

“Guru yang bertransformasi tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga mampu membangun karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan menginspirasi siswa untuk terus belajar. Guru harus menjadi pencipta solusi, bukan sekadar pengguna solusi yang dibuat orang lain” ujarnya.

Di samping itu, Musyrifah juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui belajar sepanjang hayat, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun budaya kolaborasi antarsatuan pendidikan.

Dengan demikian, inovasi yang dilakukan tidak berhenti pada tingkat individu, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kualitas pendidikan Aisyiyah.

Melalui tema “Transformasi Guru untuk Berinovasi Berdampak”, IGABA Kabupaten Gresik berharap seluruh guru KB dan TK ABA tidak hanya memperoleh semangat baru.

Namun sekaligus memiliki keberanian untuk terus berkembang, naik level, dan menghadirkan perubahan nyata dalam setiap proses pembelajaran.

Dengan transformasi yang berkelanjutan, guru diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Serta memperkuat peran sekolah Aisyiyah sebagai lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, dan berkemajuan.(*)

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 11/07/2026 17:36
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu