SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) resmi meluncurkan Models Academy Batch 1, program pengembangan kompetensi yang ditujukan bagi para alumni. Peluncuran program tersebut berlangsung dalam Apel Akbar yang digelar di basement Laboratorium Bengkel Teknik Alat Berat SMK Models, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri ratusan siswa, guru, serta tamu undangan. Pembukaan program dilakukan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Imron Rosyadi, S.T.
Dalam sambutannya, Imron Rosyadi mengaku terkesan dengan langkah yang dilakukan SMK Models. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia pendidikan vokasi, baru kali ini ia menemukan sekolah yang secara aktif tetap mendampingi alumninya setelah lulus.
“Saya mengabdikan diri di dunia SMK sudah 23 tahun. Baru kali ini saya melihat SMK yang sangat proaktif dalam rangka bagaimana tanggung jawab kita sebagai pendidik untuk menumbuhkembangkan kompetensi alumninya,” ungkapnya.
Menurut Imron, langkah tersebut menjadi jawaban atas tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Banyak lulusan SMK yang membutuhkan tambahan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan industri, namun tidak semua memiliki akses untuk memperoleh pelatihan lanjutan setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Melihat kebutuhan tersebut, SMK Models menghadirkan Models Academy sebagai ruang belajar lanjutan bagi alumni dari berbagai program keahlian.
Kepala SMK Models, Rudy Agus Setiawan, S.T., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada alumni memperoleh keterampilan baru sesuai minat dan kebutuhan mereka.
Menurutnya, tidak sedikit lulusan yang baru menemukan bidang yang diminati setelah memasuki dunia kerja. Karena itu, sekolah merasa perlu menghadirkan wadah yang dapat membantu alumni mengembangkan kompetensi tambahan.
“Kami berharap kombinasi kompetensi yang dimiliki alumni dengan kompetensi baru yang diperoleh melalui program ini dapat membantu mereka mempersiapkan diri, baik untuk melamar pekerjaan maupun membangun usaha sesuai bidang yang mereka minati,” ujarnya.
Selain mendukung kesiapan kerja, Models Academy juga diarahkan untuk melahirkan wirausaha muda yang memiliki kemampuan lintas bidang dan mampu bersaing di era industri modern.
Dalam kesempatan tersebut, Imron Rosyadi juga menekankan pentingnya sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki seseorang.
Menurutnya, dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga bukti kompetensi yang diakui secara formal.
“Di samping kita memiliki skill dan kompetensi, kita wajib memiliki pengakuan yang sah terhadap kompetensi tersebut. Ke depan semua kompetensi harus bersertifikasi,” tegasnya.
Ia menilai kemampuan tanpa sertifikasi akan semakin sulit bersaing di tengah kebutuhan industri yang menuntut standar kompetensi yang jelas dan terukur.
Peluncuran Models Academy Batch 1 menjadi bukti bahwa proses belajar tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah.
Melalui program ini, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung berupaya menghadirkan pendidikan vokasi yang berkelanjutan dengan tetap mendampingi alumni dalam mengembangkan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Di tengah banyaknya lembaga pendidikan yang berfokus pada peserta didik aktif, SMK Models memilih mengambil peran lebih jauh dengan membuka akses pembelajaran lanjutan bagi alumninya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana pendidikan vokasi dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, kebutuhan industri, dan tantangan dunia usaha yang semakin dinamis.





0 Tanggapan
Empty Comments