SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (SPEMIA) Gresik mencatatkan sejarah penting dengan menggelar acara pelepasan siswa Angkatan 1 Tahun 2026 yang berlangsung meriah, Kamis (18/06/2026).
Kali pertama menggelar acara pelepasan siswa, SPEMIA menghadirkan kirab budaya yang diiringi penari Remo yang menciptakan suasana semarak sekaligus sarat nilai budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 2, SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Surabaya tersebut diikuti oleh segenap keluarga besar SMK Muda.
Antara lain siswa kelas IX, guru, tenaga kependidikan, pengurus dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Aisyiyah Driyorejo, konsultan sekolah, serta para orang tua.
Tari Remo Tambah Kemeriahan
Sejak awal acara, antusiasme peserta dan tamu undangan sudah terlihat. Hadirnya dua penari remo yang mengiringi pasukan kirab SPEMIA sontak mencuri perhatian.
Dengan mengenakan busana terbaik, para siswa berjalan mengikuti rute kirab yang telah disiapkan panitia. Iringan musik tradisional dan diiringi para penari Remo semakin menambah kemeriahan acara.
Tidak sedikit orang tua yang mengabadikan momen bersejarah tersebut melalui kamera dan telepon genggam mereka.
Tak hanya mengiringi pasukan kirab, Aisyah Syaqilla Rahma dan Alycia Sandira yang keduanya berasal dari kelas VII berhasil membawakan dengan apik Tari Remo sebagai itari pembuka diawal acara.
Acara yang dipandu oleh Aaliyah Sucipto dan Moch. Vegan Djanuar ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Tak hanya disaksikan secara langsung, acara ini disiarkan secara langsung di kanal youtube SPEMIA yang didukung oleh support system dari tim DKV dan TKJ SMK Muda.
Kepala SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo, Muhammad Husen Al Asy’ari SPd dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelepasan Angkatan 1 yang menjadi tonggak sejarah perjalanan sekolah.
Generasi Perintis
Menurutnya, para siswa yang dilepas tahun ini merupakan generasi perintis yang telah ikut berjuang membangun identitas dan prestasi sekolah sejak awal berdiri.
“Angkatan pertama memiliki tempat istimewa dalam sejarah sekolah. Mereka adalah bagian dari perjalanan awal yang akan selalu dikenang” terang Husen.
“Kami berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat belajar, karakter yang baik, dan kepercayaan diri yang kuat” ujarnya.
Sebanyak 28 lulusan hadir mengenakan stelan jas hitam dengan dasi berwarna senada untuk siswa laki – laki dan kebaya bernuansa pink untuk siswa perempuan. Dengan mengusung tema “Pioneer of Greatness”, suasana haru dan bangga campur menjadi satu.
Selain kirab, acara pelepasan juga diisi dengan berbagai penampilan siswa, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta prosesi pelepasan yang berlangsung penuh haru. Tangis bahagia dan senyum bangga tampak menghiasi wajah siswa, guru, maupun orang tua yang hadir.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo tidak hanya merayakan kelulusan siswa, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya.
Kirab yang diiringi Tari Remo menjadi simbol perpaduan antara pendidikan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal yang patut diwariskan kepada generasi muda.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments