Muhammadiyah melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengedepankan prinsip amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikan di tengah berbagai kritik dan masukan yang muncul terkait pelaksanaan program yang menjadi salah satu agenda strategis nasional tersebut.
BPPGM menilai berbagai masukan terhadap Program MBG perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pelaksanaan program agar tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Menurut Muhammadiyah, tata kelola yang baik menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah menyatakan kesiapan untuk berperan dalam mendukung keberhasilan Program MBG. Keterlibatan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian dari gerakan dakwah.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa Muhammadiyah memandang Program MBG bukan sekadar program penyediaan makanan, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Yamin menuturkan bahwa pemenuhan gizi memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda. Menurutnya, kualitas gizi yang baik menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujarnya pada Rabu (17/6).
Lebih lanjut, Yamin menyampaikan bahwa berbagai dinamika yang muncul dalam pelaksanaan Program MBG dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sistem. Karena itu, Muhammadiyah mendorong penguatan tata kelola, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, serta pengawasan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi standar dalam pengelolaan Program MBG di lingkungan Muhammadiyah. Pilar pertama adalah keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Pilar kedua adalah tata kelola yang amanah dan profesional. Adapun pilar ketiga adalah pengembangan ekosistem yang berkelanjutan guna mendukung keberlangsungan program dalam jangka panjang.
Yamin juga menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat. Menurutnya, kualitas sistem pengelolaan yang dibangun juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pelaksanaan pengawasan secara berkala, serta penerapan prinsip transparansi menjadi bagian yang harus dijalankan secara konsisten.
Melalui keterlibatan dalam Program MBG, Muhammadiyah berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas generasi Indonesia pada masa mendatang. Dengan dukungan berbagai pihak serta tata kelola yang baik, tujuan program untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat diharapkan dapat berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments