SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui program studi tiru. Kali ini, Tim Redaksi Arba’a Mudipat berkunjung ke SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).
Kunjungan ini untuk mempelajari strategi pengelolaan sekolah, kepemimpinan, serta berbagai program unggulan yang mengantarkan SD Muhammadiyah Sapen menjadi salah satu sekolah dasar Muhammadiyah paling diminati di Indonesia.
Rombongan yang terdiri atas 17 anggota Tim Redaksi Arba’a tersebut disambut hangat oleh jajaran SD Muhammadiyah Sapen. Pertemuan dipimpin oleh Kepala Bagian Prestasi, Rachmawati, SIP, M.Pd, didampingi staf Media Komunikasi dan Administrasi Prestasi, Dwi Nuryanti.
Dalam sesi pemaparan, Tim Mudipat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai strategi pengelolaan sekolah yang menjadikan SD Muhammadiyah Sapen sebagai sekolah dengan reputasi nasional.
Tingginya kepercayaan masyarakat bahkan membuat kuota penerimaan peserta didik baru telah penuh hingga tahun 2032. Saat ini, sekolah tersebut membina sekitar 1.700 siswa.
Rachmawati menjelaskan bahwa keberhasilan SD Muhammadiyah Sapen bertumpu pada empat pilar utama.

“Pilar pertama adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui kurikulum adaptif, penguatan karakter, pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship), serta pembiasaan hidup mandiri sejak usia dini,” katanya.
Pilar kedua, terang dia, adalah penguatan etos satuan pendidikan dengan membangun budaya sekolah yang positif, memberikan apresiasi kepada siswa, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, serta menjalin kemitraan strategis yang mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Pilar ketiga berfokus pada manajemen organisasi yang profesional melalui visi yang jelas, penguatan ciri khas sekolah, kepemimpinan yang efektif, pengelolaan rombongan belajar yang optimal, hingga terciptanya kemandirian lembaga,” tegas Rachmawati .
Adapun pilar keempat diwujudkan melalui peningkatan kinerja peserta didik yang tercermin dari berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional, penerapan budaya zero bullying, serta keberhasilan lulusan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Selain mempelajari sistem pengelolaan sekolah, rombongan Mudipat juga memperoleh inspirasi mengenai kepemimpinan Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Ustaz Agung Rahmanto, SH, M.Pd.
Menurut Rachmawati, sosok kepala sekolah selalu menanamkan optimisme kepada seluruh guru dan karyawan dengan prinsip bahwa tidak ada keberhasilan tanpa keberanian untuk mencoba.
“Salah satu bentuk kedisiplinan nyata yang ditunjukkan Ustaz Agung adalah kebiasaannya menyambut kehadiran guru di depan gerbang sekolah sejak pukul 05.30 WIB, padahal jam masuk guru dijadwalkan pukul 06.20 WIB,” ungkapnya.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi Tim Redaksi Arba’a Mudipat untuk mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan SD Muhammadiyah Sapen.
Ilmu dan inspirasi yang diperoleh diharapkan mampu memperkuat inovasi serta meningkatkan mutu layanan pendidikan di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments