Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan bersama SMK Muhammadiyah 3 (SMK Milan) Tulangan kembali menggelar kegiatan Muhadharah Santri di Masjid Smamuga Tulangan, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang dikemas menyerupai pengajian ini menjadi salah satu program pembinaan karakter dan dakwah bagi para santri. Melalui Muhadharah, santri dilatih mengasah kemampuan berbicara di depan umum sekaligus memperdalam pemahaman keislaman.
Muhadharah merupakan sarana pembelajaran yang dirancang untuk membentuk mental, keberanian, dan kemampuan komunikasi santri dalam menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat.
Suasana kegiatan dibuat layaknya majelis ilmu di masjid. Seluruh peserta duduk berbaris menghadap ke depan sambil menyimak materi yang disampaikan para santri dengan khidmat.
Pembimbing kegiatan, Ustadz Anggoro Baskoro, menjelaskan bahwa konsep Muhadharah sengaja dibuat menyerupai pengajian agar para santri terbiasa tampil sebagai mubaligh yang mampu menyampaikan dakwah secara santun, sistematis, dan percaya diri.
“Dengan konsep ini, santri tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga merasakan suasana ketika berdakwah di hadapan jamaah,” ujar Ustadz Angga.
Pada kesempatan tersebut, Naura, santri kelas XII Smamuga, dan Maulana, santri kelas XI Smamuga, mendapat amanah menyampaikan ceramah di hadapan seluruh peserta. Keduanya membawakan materi keislaman dengan penuh semangat sebagai bagian dari latihan menjadi kader dakwah Muhammadiyah.
Ustadz Angga menambahkan, peserta Muhadharah terdiri atas seluruh santriwan dan santriwati MBS Smamuga serta Smk Milan Tulangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberanian, kemampuan public speaking, serta menumbuhkan kecintaan santri terhadap dakwah dan syiar Islam.
“Kami berharap santri memiliki mental yang kuat, berani tampil di depan publik, serta siap menjadi generasi penerus dakwah Muhammadiyah yang mampu menyampaikan ajaran Islam dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, Maulana mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui kegiatan Muhadharah. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah awal bagi santri yang bercita-cita menjadi seorang dai.
“Kegiatan Muhadharah menjadi titik awal bagi kami yang ingin menjadi dai. Kami belajar menyampaikan ilmu kepada teman-teman dan masyarakat. Ilmu yang diperoleh tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga harus disampaikan agar memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Naura. Ia menilai Muhadharah tidak hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga menambah wawasan keislaman. Pada kesempatan itu, ia mempelajari pentingnya menjaga lisan serta keteladanan Nabi Isa a.s.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Penjelasan dari ustadzah juga membantu kami memahami isi materi dengan lebih jelas sehingga ilmu yang diperoleh semakin mudah dipahami dan diamalkan,” katanya.
Pembina santri MBS, Ustadzah Nur Ulfi Mahmudah, mengapresiasi semangat dan keberanian para santri yang bersedia tampil menyampaikan materi di hadapan peserta.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah menunjukkan keberanian dan semangat yang luar biasa dengan bersedia maju ke depan menyampaikan materi. Kegiatan Muhadharah ini menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk berlatih menjadi seorang dai dan menyampaikan kebaikan kepada orang lain,” tuturnya.
Meski demikian, menurutnya proses pembelajaran masih perlu terus disempurnakan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian di antaranya pengaturan waktu saat penyampaian materi serta peningkatan rasa percaya diri ketika berbicara di depan audiens.
“Masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti pengaturan waktu saat penyampaian materi dan rasa percaya diri ketika berbicara di depan audiens. Namun, kami bangga atas usaha dan keberanian yang telah mereka tunjukkan,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Ustadzah Nur Ulfi berharap pengalaman Muhadharah menjadi bekal berharga bagi seluruh santri dalam menapaki perjalanan dakwah pada masa mendatang.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen MBS Smamuga dan Smk Milan Tulangan dalam membentuk generasi muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berdakwah, jiwa kepemimpinan, akhlak mulia, serta kesiapan menjadi kader Persyarikatan Muhammadiyah yang mampu memberikan pencerahan bagi umat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments