Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 6 miliar untuk membantu para korban banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmen Muhammadiyah dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Dana kemanusiaan tersebut bersumber dari para pengusaha serta Lazismu Pusat, dengan pembagian masing-masing Rp 2 miliar untuk Aceh, Rp 2 miliar untuk Sumatera Utara, dan Rp 2 miliar untuk Sumatera Barat.
Penyaluran ini menjadi bagian dari gerak cepat Muhammadiyah dalam merespons bencana alam yang kembali melanda sejumlah wilayah di Tanah Air.
Penyerahan bantuan untuk wilayah Sumatera Utara dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, M.Si., kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara.
Acara tersebut berlangsung di Auditorium Gedung PWM Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja No. 136, Pasar Merah Barat, Medan, Senin sore (15/12/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Haedar Nashir menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh yang mengalami dampak cukup berat.
“Kami mewakili Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh anggota masyarakat di tiga kawasan, khususnya Aceh,” ujarnya.
Dia menegaskan, musibah bencana harus disikapi secara utuh, tidak hanya dengan empati dan doa, tetapi juga dengan kesadaran akan pentingnya ikhtiar manusia dalam mengurangi risiko dan dampak bencana ke depan.
Menurut dia, bencana alam merupakan bagian dari takdir Allah SWT, namun manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk melakukan ikhtiar yang sungguh-sungguh, baik dalam penanggulangan maupun pencegahan agar dampak bencana tidak semakin besar.
Haedar menekankan bahwa semangat kebersamaan dan kerja kemanusiaan telah menjadi nilai dasar Muhammadiyah dalam setiap aksi kebencanaan.
“Alhamdulillah, Muhammadiyah selalu hadir dalam membantu penanggulangan bencana. Dari situlah muncul kebersamaan untuk menolong dan menyelesaikan masalah. Kita berharap pemerintah daerah dan pihak terkait bisa lebih solutif dan gesit,” katanya.
Lebih lanjut, Haedar mengingatkan agar di tengah suasana duka, tidak muncul pernyataan-pernyataan bernuansa politis yang justru berpotensi memecah belah masyarakat.
Menurutnya, seluruh energi dan perhatian seharusnya difokuskan pada upaya mitigasi, penanganan, dan pemulihan pascabencana.
“Di tengah musibah ini, kesatuan dan kebersamaan sangat diperlukan. Tidak perlu membuat pernyataan yang bersifat politis. Jika ada lembaga yang melakukan hal tersebut, itu tidak mewakili PP Muhammadiyah,” tegasnya.
Salah satu donatur utama, pengusaha H. Yendra Fahmi, menyampaikan bahwa dirinya sejak lama mempercayakan penyaluran bantuan kemanusiaan melalui Muhammadiyah. Dari total bantuan yang disalurkan, Fahmi memberikan donasi sebesar Rp 3 miliar.
“Saya lahir dari keluarga besar Muhammadiyah di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan biasa langsung menyerahkan bantuan itu ke Muhammadiyah. Membantu Muhammadiyah sama saja membantu negara,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsisten, amanah, dan profesional dalam mengelola serta menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua PWM Sumatera Utara, Prof. Hasyimsyah Nasution, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran jajaran PP Muhammadiyah dalam kunjungan maraton ke wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat membawa harapan sekaligus penguatan moral bagi masyarakat dan warga persyarikatan di Sumatera Utara.
“PWM Sumut merasa senang bisa dikunjungi PP Pusat dalam kunjungan maraton ini, sebagai bentuk keikutsertaan menanggulangi bencana yang dialami tiga provinsi. Kedatangan ini memberikan harapan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa PWM Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai posko koordinasi untuk penanganan bencana, sekaligus pusat konsolidasi bantuan Muhammadiyah di wilayah tersebut.
“Kita merespons dengan segera dan dilakukan secara intensif. Relawan dari PWM dan UMSU sudah turun ke berbagai titik terdampak. Alhamdulillah, kita mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat. Terima kasih juga kepada Jawa Timur dan Riau yang telah ikut berkontribusi,” tambahnya.
Ke depan, PWM dan PWA Sumatera Utara berencana mengunjungi langsung tiga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara sebagai bagian dari langkah lanjutan pendampingan dan distribusi bantuan.
Kegiatan penyaluran bantuan di Sumatera Utara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah bersama H. Yendra Fahmi kepada PWM dan PWA Sumatera Utara.
Prosesi tersebut didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Agussani, serta diakhiri dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam penanggulangan bencana.
Dalam kegiatan ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah turut didampingi oleh Dr. Agung Danarto, , dr. Agus Taufiqurrahman, , Dr. Anwar Abbas, , M. Sayuti, Ph.D, Dr. Fajar Riza Ul Haq, Letjen TNI (Purn) Burhanudin Amin, Irjen Pol. Rusdianto, dan Irjen Pol. Syafriza. Hadir pula Ketua PWA Sumut Dr. Nur Rahmah Amini, Rektor UMSU ProfAgussani, jajaran PDM Kota Medan, serta unsur organisasi otonom Muhammadiyah.
Melalui langkah ini, Muhammadiyah kembali menegaskan perannya sebagai gerakan Islam yang tidak hanya berdakwah melalui lisan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan, dengan kebersamaan sebagai kunci utama dalam pemulihan pascabencana. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments