Perhatian Najib Sulhan sebagai ketua PCM Mulyorejo terhadap pendidikan karakter tak pernah berhenti. Pertama menyampaikan konsep pendididikan karakter ke Mendikbud Prof. Dr. Bambang Sudibyo. Bahkan ketika Mendikbud Prof. M.Nuh, DEA, bukunya dijadikan rujukan nasional. Pada era mendikbud Prof. Muhadjir Effendy, menjadi Fasilitator Pendidikan Karakter di Kemendikbud.
Ada tiga buku “Penguatan Pendidikan Karakter” yang diluncurkan menyambut Hari Pendidikan Nasional 2026. Buku itu diserahkan langsung kepada Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., Walikota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, dan Ketua PDM Kota Surabaya Dr. M. Ridhwan. (Sabtu, 1/5/2026)
Sehari sebelumnya buku baru diserahkan kepada Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono yang juga sebagai Deputi Menko PKM. Selain itu Prof. Dr. Muhadjir Effendy selaku Ketua PP Muhammadiyah yang menjadi Penasihat Presiden juga mendapatkan buku baru yang ditulis oleh Najib Sulhan selaku Head of Alazka Training Center (ATC) di Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya.
Buku Penguatan Pendidikan Karakter
Buku ini mendapatkan komentar yang positif dari para tokoh. Seperti Prof. Muhajir menanggapi lewat FB.
“Buku ini sangat berguna untuk referensi pendidikan karakter. Ini dilakukan sejak jaman saya masih menjadi mendikbud,” terangnya.
Demikian juga Prof. Sukadiono, melalui WA, beliau memberikan tanggapan.
“Alhamdulillah, buku ini sangat inspiratif, lanjutkan untuk menulis! Tulisan itu akan memberikan kemanfaatan,” tuturnya.
Kepala Sekolah SDMM, Athiq Faisol mengapresiasi setelah membaca buku-buku Penguatan Pendidikan Karakter.
“Karya-karya luar biasa dan selalu menginspirasi,” Tuturnya.
Ketiga buku ini ditulis secara berkelanjutan. Buku pertama berjudul, “Jejak-Jejak Berpijak”. Menguraikan tiga hal, yaitu penguatan terhadap aqidah atau keimanan. Selanjutnya berbakti kepada kedua orang tua dan selalu berbuat baik, berusaha menghindari berkata bohong.
Menurut penulisnya buku ini memberikan uraian tentang dosa besar yang paling besar.
“Pernah Rasulullah Muhammad saw pertanya pada para sahabat, tentang dosa besar yang paling besar, yaitu berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan suka berbohong. Di buku inilah cara mengantisipasi ketiga dosa besar itu,” paparnya.
Buku kedua berjudul, “Berpijak Pada Jalan Bijak”. Buku ini berisi tentang tiga hal, yaitu menjaga ibadah shalat, menghindari perilaku sombong, dan berkomunikasi yang baik kepada orang lain.
Adapun buku ketiga berjudul, “Panduan Praktis: Implementasi pendidikan karakter.” Merupakan bentuk pengawalan dan pendampingan dalam pelaksanaan pendidikan karakter, terutama di sekolah. Mulai dari menyusun budaya positif, pembiasaan kalimat thoyyibah, hingga standar komunikasi terurai lengkap di buku ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments