Muhammadiyah berduka atas wafatnya Prof. Dr. Chamamah Soeratno, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah periode 2000–2005 dan 2005–2010. Cendekiawan sekaligus tokoh perempuan Muhammadiyah itu berpulang pada Selasa (7/7/2026) pukul 20.13 WIB.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi bagi kemajuan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Haedar mengatakan Persyarikatan kehilangan seorang cendekiawan sekaligus tokoh Aisyiyah yang memiliki keluasan pemikiran, semangat pengabdian, serta kiprah hingga tingkat internasional.
“Kita kehilangan tokoh Aisyiyah dan Muhammadiyah yang cendekia serta memiliki spirit tinggi dalam perjuangan Persyarikatan. Beliau selain Guru Besar senior di UGM, juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keluasan pemikiran dan radius interaksi hingga tingkat global. Beliau bahkan pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili Aisyiyah,” ujar Haedar pada Selasa (7/7).
Menurut Haedar, almarhumah merupakan figur yang ramah dalam bergaul, tetapi tetap teguh memegang prinsip. Dalam berbagai forum diskusi, Prof. Chamamah dikenal terbuka terhadap berbagai pandangan serta menghargai setiap orang yang berdialog dengannya.
“Kami mengenal beliau sebagai figur yang ramah, tetapi tegas dalam pendirian dan pandangan. Diskusi dengan beliau selalu berlangsung penuh semangat, namun tetap sangat menghargai perbedaan pendapat. Kepada generasi muda pun Prof. Chamamah selalu menunjukkan rasa hormat dan tidak segan menerima pandangan maupun masukan,” tuturnya.
Haedar menilai pengabdian Prof. Chamamah dalam memajukan Aisyiyah menjadi teladan yang layak diwariskan kepada generasi penerus.
Menurutnya, kepemimpinan almarhumah dibangun di atas fondasi keilmuan yang kuat, jejaring yang luas, serta semangat berkhidmat yang tidak pernah surut.
“Pengkhidmatannya penuh untuk memajukan Aisyiyah. Bagi para pimpinan Aisyiyah generasi setelah beliau, penting untuk belajar tentang kegigihan, spirit berkhidmat, keluasan pergaulan, serta yang terpenting terus memperluas ilmu dan pemikiran. Itulah kekuatan yang sangat berharga bagi seorang pemimpin penggerak Persyarikatan,” ungkap Haedar.
Di akhir pernyataannya, Haedar turut mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga almarhumah Prof. Chamamah Soeratno husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan dianugerahi tempat di surga dalam rida Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran, serta jejak kebaikan dan perjuangan almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi muda yang mencintai ilmu serta pengkhidmatan dakwah di jalan Allah,” tutupnya.





0 Tanggapan
Empty Comments