Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima audiensi delegasi Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, dakwah, pengembangan sumber daya manusia, hingga jejaring internasional.
Delegasi PPIDK Timtengka diterima Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni, sementara rombongan dipimpin Koordinator PPIDK Timtengka 2025–2026, Ahmad Luthfy Nasri, yang juga berasal dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.
Dalam pertemuan itu, Syafiq menyambut positif inisiatif silaturahmi yang dilakukan PPIDK Timtengka.
“Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri memiliki posisi strategis sebagai penghubung jejaring keilmuan, penguatan dakwah, sekaligus pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.
Syafiq menilai, kawasan Timur Tengah masih menjadi salah satu destinasi penting bagi kader Muhammadiyah untuk memperdalam ilmu pengetahuan, khususnya di bidang studi keislaman maupun disiplin ilmu lainnya.
“Kami berharap semakin banyak kader yang melanjutkan studi ke Timur Tengah. Karena itu, informasi mengenai peluang pendidikan di kawasan tersebut perlu disebarluaskan secara lebih masif,” ujar Syafiq.
Menurutnya, penyebaran informasi mengenai beasiswa dan peluang studi dapat menjadi salah satu bentuk kerja sama konkret antara PP Muhammadiyah dan PPIDK Timtengka.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA).
Kerja sama tersebut mencakup penguatan hubungan internasional, pengembangan program edukatif seperti PPIDK Goes to School, hingga perluasan jejaring akademik lintas negara.
“Sinergi ini diharapkan melibatkan organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) yang terus mengembangkan jaringan alumni internasional, serta Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM),” ujar Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Sementara itu, Ahmad Luthfy Nasri menyampaikan apresiasi atas sambutan PP Muhammadiyah terhadap PPIDK Timtengka yang saat ini menghimpun pelajar Indonesia di 19 negara kawasan Timur Tengah dan Afrika.
“Berbagai perguruan tinggi di kawasan tersebut kini semakin banyak membuka program studi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kondisi ini dinilai memberikan pilihan yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri,” jelasnya.
Luthfy juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Simposium AI dan Teknologi di Oman yang akan mengangkat tema ekonomi hijau dan ekonomi Islam.
Dia mengundang PP Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam forum internasional tersebut sebagai bagian dari penguatan kolaborasi global.
“Melalui sinergi antara PPIDK Timtengka dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami berharap peran diaspora pelajar Indonesia dapat semakin dioptimalkan sebagai mitra strategis dalam memperkuat dakwah Islam berkemajuan, membangun kolaborasi internasional, serta mendorong kemajuan umat dan bangsa,” ujar Luthfy.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut. Di antaranya pendataan mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika, penyusunan skema kerja sama dengan PTMA, penyelenggaraan sosialisasi beasiswa, hingga penguatan partisipasi Muhammadiyah dalam forum internasional dan kolaborasi riset.
Melalui langkah-langkah tersebut, PP Muhammadiyah dan PPIDK Timtengka berharap sinergi yang terbangun mampu memperkuat peran diaspora pelajar Indonesia sebagai duta pendidikan, penggerak kolaborasi internasional, sekaligus bagian dari upaya internasionalisasi dakwah Islam berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments