Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bedah Total Penampilan dan Pelayanan, Hari Kedua Pelatihan Madtsamuda Hadirkan Konsep ‘Excellent Service’ di Tebing Cafe

Iklan Landscape Smamda
Bedah Total Penampilan dan Pelayanan, Hari Kedua Pelatihan Madtsamuda Hadirkan Konsep ‘Excellent Service’ di Tebing Cafe
Tutus Wahyu Widagdo, S.Pd., M.PSDM. Menjelaskan Excellent Service Pada Guru Madtsamuda Hari Kedua Pelatihan di Tebing Cafe. (Ananda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Jika hari pertama diisi dengan keseruan mengulik baris kode digital, maka hari kedua pelatihan guru MTs Muhammadiyah 2 Pondok Karangasem Paciran (Madtsamuda) bergeser ke arah yang lebih humanis dan elegan, Kamis (9/7/2026).

Mengambil tempat dengan suasana santai di Tebing Cafe, Paciran, para guru yang kembali kompak mengenakan seragam batik biru FGM (Forum Guru Muhammadiyah) diajak menyelami seni pelayanan prima (excellent service) bersama pakar MSDM, Tutus Wahyu Widagdo, S.Pd., M.PSDM.

Dalam paparan materinya, Tutus membuka cakrawala baru mengenai siapa saja individu yang dilayani oleh seorang pendidik. Beliau menegaskan bahwa sekolah memiliki dua jenis customer, yaitu eksternal dan internal.

“Eksternal terdiri dari wali murid, murid, masyarakat umum, serta pihak pemerintahan. Sementara customer internal adalah rekan sesama guru dan staf yang ada di sekolah,” jelasnya.

Tiga Pilar Utama

Guna memberikan kepuasan maksimal kepada seluruh lini tersebut, Tutus menggarisbawahi tiga pilar utama yang wajib dikuasai: Pancarkan, Sampaikan, dan Bagikan.

Pilar pertama, Pancarkan. membedah pentingnya komunikasi non-verbal. Tutus menjelaskan bagaimana tatapan mata memegang peranan krusial. Area mata ke atas dikategorikan sebagai business eye yang menuntut profesionalisme, sedangkan area mata ke bawah berfungsi sebagai social eye yang memancarkan kehangatan. Semua itu harus didukung oleh ekspresi wajah, gerak tangan, serta gestur tubuh yang tepat.

“Maka perlu juga diusahakan kesehatan, kebersihan, kerapihan, dan keserasian saat melayani customer,” tegas Tutus di hadapan para peserta.

Pilar kedua adalah Sampaikan. Pada tahap ini, guru dilatih untuk berkomunikasi menggunakan smiling voice—sebuah teknik berbicara yang membuat suara terdengar ramah dan tersenyum. Komponen ini sangat dipengaruhi oleh pengaturan volume, intonasi, tempo, hingga jeda yang tepat saat menyampaikan informasi.

Tak hanya berbicara, mengasah telinga juga menjadi menu wajib. Beliau memaparkan lima level mendengar, mulai dari ignoring (mengabaikan), pretending (berpura-pura), selective listening (memilih-milih), attentive listening (mendengar namun tidak fokus), hingga level tertinggi yang wajib diadopsi guru, yakni active listening (mendengar aktif).

SMPM 5 Pucang SBY

Untuk mencapai tingkat mendengar yang empatik, guru dilatih menerapkan tiga langkah taktis: hadir penuh secara mental, menemukan kata kunci pembicaraan, dan melakukan konfirmasi ulang atas kata kunci tersebut.

Pilar terakhir adalah Bagikan. Pada tahap penutup ini, guru didorong untuk rajin membagikan kalimat-kalimat santun nan ajaib (magic words) kepada wali murid agar ikatan emosional dan rasa kedekatan dapat terjalin erat.

Suasana Praktik

Atmosfer Tebing Cafe semakin meriah saat teori mulai dipraktikkan secara langsung. Para guru Madtsamuda diajak melakukan audit penampilan secara menyeluruh.

Mereka saling mengevaluasi senyuman masing-masing—apakah sudah cukup tulus hingga memperlihatkan gigi atau belum melalui Handphone masing-masing dan diberikan komentar. Detail mode pun tak luput dari pemeriksaan, mulai dari keseragaman model kerudung hingga warna sepatu.

Aturan ketat mengenai aksesoris pun mendadak menjadi perhatian serius namun menggelitik. Sesuai standar profesional, guru perempuan dibatasi hanya boleh mengenakan maksimal 7 aksesoris, sementara guru laki-laki maksimal 5 aksesoris yang melekat di tubuh.

Puncak keseruan terjadi saat seluruh guru diminta berdiri tegap memperagakan postur berdiri yang baik. Ruang kafe seketika dipenuhi tawa dan canda saat sesama guru saling mendekat untuk mengecek kerapihan kerah baju, keserasian seragam, dan kelengkapan atribut rekan di sebelahnya.

Melalui praktik langsung ini, Madtsamuda tidak hanya meningkatkan kompetensi, melainkan juga menyuntikkan standar baru yang siap mengubah wajah pelayanan madrasah di tahun ajaran baru. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 10/07/2026 17:30
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu