Menjelang dimulainya tahun pelajaran baru, SD Muhammadiyah 16 Surabaya menggelar rapat koordinasi bagi guru pendamping khusus (shadow teacher), Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08:00 WIB di lantai 4 sekolah tersebut diikuti oleh 70 shadow teacher sebagai bagian dari persiapan layanan pembelajaran bagi siswa.
SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau yang dikenal dengan Sekolah Kreatif Baratajaya merupakan salah satu sekolah Muhammadiyah yang menerapkan pendidikan inklusif. Sejak berdiri pada 2002, sekolah ini menyelenggarakan pembelajaran yang mengintegrasikan siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler dalam satu kelas.
Koordinator Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Ida Afifah, S.Pd., menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi faktor utama dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah tersebut.
“Mempertahankan pelayanan yang prima untuk anak didik adalah sebuah kewajiban dalam pelayanan pendidikan. Sejak tahun 2002 masyarakat mempercayai sekolah ini karena pelayanan yang terus kami jaga,” ujarnya.
Kesiapan Pembelajaran
Selain penguatan layanan, rapat juga membahas kesiapan administrasi pembelajaran. Ida Afifah yang akrab disapa Ustadzah Afi mengingatkan seluruh shadow teacher untuk menuntaskan perangkat pembelajaran sebelum siswa kembali masuk sekolah.
“Sebelum anak didik masuk, saya harus memastikan administrasi pembelajaran sudah disiapkan, mulai dari worksheet, assessment, hingga Program Pembelajaran Individual (PPI),” jelasnya.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., menambahkan bahwa administrasi pembelajaran merupakan perangkat penting yang harus dimiliki setiap shadow teacher dalam menjalankan tugas pendampingan.
“Administrasi pembelajaran ibarat lampu dalam kegelapan. Tanpa lampu yang menerangi jalan, ustadz dan ustadzah tidak akan memiliki arah dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik,” tuturnya.
Sementara itu, Penggagas Sekolah Kreatif sekaligus Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, mengapresiasi dedikasi para shadow teacher sekaligus mengajak mereka meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun pelajaran baru.
“Terima kasih atas dedikasi ustadz dan ustadzah shadow teacher. Setelah libur panjang, tentu anak didik mengalami berbagai perubahan. Karena itu, pendamping harus mampu menyesuaikan strategi layanan agar kebutuhan setiap siswa tetap terpenuhi secara optimal,” ungkap Heru. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments