Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhasabah Akhir Tahun, Ahmad Alfarizi Ajak Jamaah Evaluasi Diri dan Menyiapkan Bekal Akhirat

Iklan Landscape Smamda
Muhasabah Akhir Tahun, Ahmad Alfarizi Ajak Jamaah Evaluasi Diri dan Menyiapkan Bekal Akhirat
Ustadz Ahmad Alfarizi mpd Waka Humas memberikan siraman rohani pada Mabit Gukar Smamuga (Zulkifli/PMWU.CO)
pwmu.co -

Momentum pergantian tahun tidak seharusnya hanya dimaknai dengan membuat target dan resolusi baru. Lebih dari itu, seorang Muslim perlu menjadikannya sebagai waktu untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi perjalanan hidup, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Hal itu disampaikan Ahmad Alfarizi M.Pd dalam dalam agenda Mabit (malam bina iman dan taqwa) Guru dan karyawan (Gukar) Smamuga sekaligus menyambut momen Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid sekolah “Jihadul Fitrah” pada Senin (15/6/2026).

Ia mengajak jamaah menjadikan pergantian waktu sebagai kesempatan untuk berhenti sejenak dan melihat kembali amal perbuatan yang telah dilakukan selama setahun.

Konsep Muhasabah dalam Islam

Dalam tausiyahnya, Ahmad Alfarizi yang juga Waka Bidang Humas Smamuga itu mengutip firman Allah dalam QS Al-Hasyr ayat 18:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting tentang konsep muhasabah dalam Islam. Allah memerintahkan orang beriman untuk senantiasa bertakwa dan melakukan evaluasi terhadap amal perbuatannya.

“Perintah dalam ayat ini bukan hanya untuk melihat masa lalu, tetapi bagaimana kita menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat,” jelasnya.

Alfarizi menjelaskan, kata muhasabah berasal dari kata hasaba yang bermakna menghitung, menilai, dan mengoreksi diri. Muhasabah menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim agar iman semakin kuat, akhlak semakin baik, dan langkah hidup tetap berada di jalan yang diridai Allah.

Ia juga mengingatkan bahwa Allah menyebutkan perintah bertakwa dalam ayat tersebut sebagai tanda pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, baik ketika berada di hadapan orang lain maupun saat tidak ada yang melihat.

“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan manusia. Sekecil apa pun amal perbuatan kita, semuanya akan mendapatkan balasan,” ungkapnya.

Salat dan Bekal Menghadapi Hari Akhir

Dalam ceramahnya, Ahmad Alfarizi juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga salat sebagai amal utama yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Ia menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan persoalan kehidupan setelah kematian. Ketika melewati sebuah kuburan, Nabi berhenti dan memberikan pelajaran kepada para sahabat tentang pentingnya menjaga amal selama hidup di dunia.

SMPM 5 Pucang SBY

Ahmad Al Farizi menyampaikan beberapa perbuatan yang menjadi sebab seseorang mendapatkan siksa kubur, di antaranya tidak menjaga kebersihan ketika berwudu dan istinja, suka mengadu domba, memakan hak orang lain, menumpahkan darah tanpa alasan yang dibenarkan, serta melakukan kekerasan kepada orang lain.

“Orang yang dizalimi di dunia akan mendapatkan keadilan dari Allah. Kebaikan orang yang menzalimi dapat diberikan kepada orang yang dizalimi. Jika pahala itu telah habis, maka dosa orang yang dizalimi dapat dibebankan kepadanya,” tuturnya.

Menata Hubungan dengan Allah dan Sesama

Ahmad menambahkan, muhasabah akhir tahun bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi kesempatan memperbaiki diri secara menyeluruh.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi seorang Muslim, mulai dari kualitas ibadah, hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, hingga cara mengelola waktu dan harta.

“Akhir tahun bukan hanya tentang apa yang belum tercapai, tetapi bagaimana kita melihat perjalanan hidup sebagai seorang hamba,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua yang diselamatkan Allah melalui doa dengan menyebut amal saleh yang pernah mereka lakukan. Kisah tersebut menunjukkan bahwa amal baik yang ikhlas dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah.

“Karena itu, mari kita perbanyak amal saleh dan selalu memperbaiki diri. Jangan sampai waktu berlalu tanpa ada perubahan menuju kebaikan,” pesan Ahmad Alfarizi yang ketua PDPM Sidoarjo itu.

Melalui momentum Tahun Baru Islam, ia mengajak jamaah menjadikan pergantian waktu sebagai pintu perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.

“Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dan terus menyiapkan bekal untuk hari esok di hadapan Allah,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 17/06/2026 22:35
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu