Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mungkinkah Manusia Tidak Mengenali Dirinya?

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mungkinkah Manusia Tidak Mengenali Dirinya?
Gambar ilustrasi
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Setiap insan menginginkan adanya perkembangan dan perbaikan pada dirinya baik dari segi karakter, ilmu pengetahuan, ekonomi, kehidupan keluarga dan berbagai lini kehidupan lainnya. Hal ini adalah sesuatu yang selaras dengan fitrah manusia, logika berfikir yang sehat dan tentunya dalil dari syariat.

Akan tetapi seringkali usaha untuk berkembang itu berakhir dengan kegagalan, dan factor kegagalan yang paling besar adalah karena kurang mengenali diri sendiri. Ketika seseorang tidak mengenali diri sendiri maka dia mungkin akan salah arah, salah resep dan salah dalam hal demi hal lainnya.

Yang menjadi pertanyaan “Mungkinkah manusia tidak mengenali diri sendiri? Jika iya, lantas bagaimana cara mengatasinya?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita baca dengan seksama.

Dalam kehidupan ini, hal yang paling dekat dari manusia adalah dirinya sendiri. Mungkin seseorang akan dikucilkan oleh masyarakatnya, diusir dari tempat kerjanya, dihindari sahabat karibnya atau bahkan dijauhi oleh keluarganya sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ayyub alaihissam saat sakit. Akan tetapi tidak mungkin seseorang jauh dari dirinya sendiri, apapun keadaannya, dimanapun tempatnya maka manusia dan dirinya adalah satu kesatuan.

Pada diri manusia ada dua bagian, bagian yang dzohir (lahiriah) dan bagian batin (akal dan kejiwaan). Pada bagian dzohir dari diri manusia ada sisi yang tidak bisa diketahui oleh manusia tersebut kecuali dengan bantuan orang lain atau alat, kita sebut saja dengan blind spot. Jika demikian halnya pada bagian dzohir, maka bagian batin manusia akan lebih banyak lagi perkara yang tidak diketahui kecuali dengan bantuan orang lain dan penjelasan syariat.

Sebagai buktinya, kita membutuhkan nasehat, kritik dan saran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Tidak jarang ketika kita dikritik dan dinasehati orang lain, kita baru sadar seraya berkata dalam hati “oh, diriku ternyata seperti itu ya?”. Dari sini kita bisa katakan bahwa manusia pada awalnya kurang mengenali dirinya sendiri, atau dalam ungkapan lain “mulanya hanya sebagian pada dirinya yang ia kenali”.

Ada hal yang menarik dari Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani ketika menafsirkan firman Allah tentang Nabi Muhammad saw :

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri…” (QS. Al-Baqarah : 146)

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Al-Ashfahani dalam tafsirnya yang bernama Tahqiq Al-Bayan fi Ta’wil Al-Qur’an mengatakan “Allah mengatakan ‘sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka’, dan Allah tidak mengatakan ‘sebagaimana mereka mengenali diri mereka sendiri’.

Hal ini dikarenakan manusia tidak mengenali diri mereka kecuali setelah berlalu suatu masa dalam kehidupannya, sedangkan ia mengenal anaknya sejak anak itu dilahirkan.”

Manusia akan semakin mengenali dirinya sendiri setelah ia mencoba merenungi ayat-ayat dan hadits tentang hakekat manusia, setelah ia terjatuh kemudian mengevaluasi, setelah ia mendapatkan nasehat dari orang lain kemudian ia renungi, setelah ia menerima masukan dari sahabatnya kemudian ia hayati.

Tanpa semua itu manusia tidak akan benar-benar bisa mengenali dirinya sendiri, dan dia akan senantiasa hidup dalam kebutaan tentang dirinya sehingga dia akan menjadi orang yang tertipu dan merasa dirinya baik-baik saja, atau dalam istilah syarinya disebut maghrur atau makhdu’.

Nahasnya, orang yang tidak mengenali dirinya sendiri akan banyak melakukan blunder demi blunder dalam menjalani kehidupan dan mengambil keputusan. Oleh karena itu benarlah apa yang dikatakan oleh sebagian ulama’ :

رَحِمَ اللهُ امْرأً عرَفَ قدْرَ نفْسِه

“Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada orang yang mengenali hakikat dirinya, mengetahui batas kemampuan dan kedudukannya, serta tidak tertipu oleh dirinya sendiri.”

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 08/11/2026 09:20
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu