Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid SMA Muhammadiyah 4 (Smampat) Sidayu Gresik. Tim B-Shield berhasil meraih Juara I Inovasi Pangan Lokal – Food Technology Essay Competition (FTEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Pengumuman juara disampaikan pada Kamis (30/7/2026), sementara babak final kompetisi telah berlangsung pada 27 Juli 2026.
Tim B-Shield beranggotakan Putri Pratama Lutfiyanti dan Farah Najla Lestari. Nama B-Shield diambil dari kata Bonggolan, makanan khas Sidayu, dan Shield yang berarti perisai atau pelindung.
Pada kompetisi bertema Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Potensi Daerah tersebut, tim Smampat mengusung esai berjudul:
“B-Shield: Pemanfaatan Limbah Tulang dan Sisik Ikan sebagai Edible Coating Berbasis Pendekatan Zero Waste untuk Mendukung Ketahanan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Potensi Bonggolan Khas Sidayu Menuju SDGs.”
Gagasan tersebut menawarkan pemanfaatan limbah tulang dan sisik ikan menjadi edible coating, yaitu lapisan tipis berbahan alami yang aman dikonsumsi untuk melindungi makanan sekaligus memperpanjang masa simpan.
Konsep ini memadukan inovasi pangan, pengurangan limbah, serta pemberdayaan produk lokal khas Sidayu.
Guru pembina esai, Silfia Dwi Ananda, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari kondisi daerah Sidayu yang memiliki hasil perikanan melimpah, tetapi limbah berupa tulang dan sisik ikan masih banyak terbuang.
“Akhirnya, kami memikirkan cara untuk mengolah limbah ikan tersebut sehingga lebih bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi lingkungan. Setelah studi literatur, akhirnya diketahui bahwa kedua limbah tersebut mengandung gelatin yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembuatan edible coating.”
Ia menambahkan bahwa edible coating tersebut kemudian diterapkan pada bonggolan, makanan khas Sidayu, agar memiliki masa simpan yang lebih panjang.
“Edible coating merupakan lapisan tipis dari bahan alami yang aman dimakan, berfungsi melindungi makanan, serta memperpanjang masa simpan. Kemudian kami berpikir untuk memanfaatkan edible coating tersebut di bonggolan, karena mengingat bonggolan adalah makanan khas dari daerah Sidayu,” katanya.
Silfia menjelaskan, inovasi tersebut mendukung tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Yakni SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengembangan edible coating untuk memperpanjang masa simpan pangan dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Kemudian SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM bonggolan serta peningkatan nilai ekonomi limbah ikan.
Serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan konsep zero waste melalui pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Salah satu anggota tim, Putri Pratama Lutfiyanti, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih.
“Alhamdulillah berhasil meraih juara 1 meskipun dalam prosesnya menghadapi tantangan utamanya terletak pada manajemen waktu dan ketajaman fokus. Dalam rentang waktu yang sangat singkat, saya harus membedah dua topik esai yang berbeda, baik dari segi substansi maupun analisis masalahnya.”
Menurut Putri, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen, kerja keras, doa orang tua, serta pendampingan guru pembina.
Ia berharap prestasi ini menjadi bukti bahwa ide kreatif, semangat belajar, dan keberanian berinovasi mampu membawa generasi muda meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama SMA Muhammadiyah 4 Sidayu.





0 Tanggapan
Empty Comments