SMP Muhammadiyah 7 Blimbing Paciran Lamongan yang lebih dikenal dengan sebutan SMP Mutu kembali menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh, berkembang, dan bertransformasi melalui kegiatan “Momentum: Mutu Open House and Education Forum”, Sabtu (12/9/2026).
Digelar di lingkungan SMP Mutu, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial atau open house biasa. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah, Persyarikatan Muhammadiyah, perguruan tinggi, dunia usaha, alumni, sekolah mitra, wali murid, hingga tokoh masyarakat.
Mereka bersama-sama membicarakan masa depan pendidikan dan pengembangan SMP Mutu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Sc., M.Sc., jajaran Camat Paciran dan Brondong, Lurah Blimbing dan Brondong, serta berbagai unsur pemerintahan lainnya.
Dari unsur Persyarikatan Muhammadiyah hadir Ketua PDM Lamongan Dr. KH. Shodikin, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, bersama unsur PCM dan PRM Blimbing, Ortom, serta Amal Usaha Muhammadiyah se-Ranting Blimbing.
Forum tersebut juga dihadiri perwakilan Aliansi Diaspora Alumni SMP Mutu, tokoh-tokoh filantropi pendidikan, kepala sekolah SD/MI yang menjadi mitra SMP Mutu, wali murid, serta tokoh masyarakat.
Dari dunia usaha dan filantropi pendidikan, hadir Pradita Aditya, S.H., CEO PT Duta Merpati sekaligus Direktur Bisnis Persela.
Sementara dari dunia perguruan tinggi, kegiatan semakin istimewa dengan hadirnya Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya, Dr. Taufik Hidayat, M.Kes., dalam agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SMP Mutu dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya.
Kepala SMP Muhammadiyah 7 Blimbing, Wariyono, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa Momentum: Mutu Open House and Education Forum merupakan bagian dari ikhtiar sekolah untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Melalui Momentum ini, kami ingin menyampaikan sebuah afirmasi. SMP Mutu ingin tumbuh. Kami ingin berkembang. Kami ingin bertransformasi.”
Wariyono menegaskan, transformasi yang dibangun SMP Mutu bukan sekadar mengejar perubahan fisik ataupun capaian akademik. Lebih dari itu, sekolah ingin membangun identitas sebagai lembaga pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan tanpa kehilangan akar nilai.
“Kami ingin menjadi sekolah yang relevan dengan zaman, tetapi tetap kokoh dengan nilai. Kami ingin menjadi sekolah yang modern, tetapi tetap berkarakter. Kami ingin menjadi sekolah yang berprestasi, tetapi tidak kehilangan kepedulian,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa SMP Mutu ingin membuka diri terhadap perkembangan global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Kami ingin menjadi sekolah yang terbuka terhadap dunia, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Dan kami ingin membuktikan bahwa sekolah yang berada di daerah pun mampu melahirkan generasi yang berpikir global, bertindak lokal, dan berkontribusi universal,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah baru SMP Mutu untuk tidak sekadar menjadi sekolah yang mengikuti perkembangan zaman, tetapi ikut mengambil peran dalam membentuk masa depan pendidikan.
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Sc., M.Sc., dalam forum tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyiapkan generasi Lamongan yang unggul dan berdaya saing. Satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, alumni, dan berbagai elemen lainnya harus menjadi kekuatan bersama.
“Sinergi pemerintah dan satuan pendidikan harus menjadi kekuatan bersama untuk mencetak generasi Lamongan yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Dirham juga menyoroti potensi kawasan Pantura Lamongan yang selama ini dikenal memiliki kekuatan besar dalam bidang pendidikan dan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah. Salah satunya melalui Beasiswa Perintis yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi, siswa dari keluarga kurang mampu, serta para penghafal Al-Qur’an.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga memiliki berbagai program intervensi pendidikan lainnya, termasuk Program Aksi Biru, sebagai bagian dari ikhtiar membangun kualitas sumber daya manusia Lamongan.
Pesan tersebut menjadi angin segar bagi lembaga pendidikan seperti SMP Mutu untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Sementara itu, Ketua PDM Lamongan Dr. KH. Shodikin, M.Pd., memberikan perspektif mengenai penguatan citra dan identitas lembaga pendidikan.
Menurutnya, branding sekolah merupakan bagian penting dalam menghadapi persaingan dan perkembangan dunia pendidikan. Namun, branding tidak boleh berhenti pada tampilan atau slogan.
“Branding sekolah itu sangat penting, tetapi harus disesuaikan dengan isinya.”
Ia menekankan bahwa sekolah harus memiliki kualitas nyata yang menjadi dasar dari branding tersebut. Tidak kalah penting, lembaga pendidikan juga harus membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat.
“Lembaga pendidikan harus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.”
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sekolah tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan kepercayaan masyarakat di sekitarnya.
Komitmen kolaborasi juga datang dari dunia usaha.
Pradita Aditya, S.H., CEO PT Duta Merpati sekaligus Direktur Bisnis Persela, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan SMP Mutu.
Ia menyatakan akan berupaya mengusahakan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya untuk mendukung pengembangan SMP Mutu.
Menurutnya, sekolah juga sudah waktunya mengembangkan branding secara lebih serius agar berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.
Dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa pengembangan pendidikan tidak harus hanya bertumpu pada sumber daya internal sekolah. Dunia usaha dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong pengembangan fasilitas, program unggulan, maupun penguatan kapasitas sekolah.
Semangat kolaborasi juga datang dari para alumni SMP Mutu.
Wasis Budi Utomo, Alumni 1981, memberikan apresiasi terhadap kemajuan dan perkembangan SMP Mutu. Ia berharap hubungan antara sekolah dan alumni dapat terus diperkuat dan diberdayakan.
Menurutnya, alumni memiliki potensi besar untuk mengambil peran sebagai brand ambassador sekolah.
Sementara itu, H. Dhofir, Alumni 1985, juga menyampaikan apresiasi atas progress SMP Mutu. Ia menegaskan bahwa alumni siap menjadi salah satu elemen kekuatan sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan pengembangan ke depan.
Pernyataan kedua alumni tersebut menunjukkan bahwa diaspora alumni bukan sekadar catatan sejarah perjalanan sekolah, tetapi dapat menjadi modal sosial dan jaringan strategis untuk membangun masa depan SMP Mutu.
Apresiasi juga datang dari sekolah-sekolah mitra.
Musyarofah, S.Pd., Guru dan Wali Kelas MIM 11 TPAY, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai program yang dikembangkan SMP Mutu.
Sebagai mitra, ia merasakan secara langsung manfaat dan dampak positif dari berbagai program kolaborasi yang dilakukan SMP Mutu.
Apresiasi dari sekolah mitra tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan SMP Mutu tidak hanya memberikan dampak internal bagi warga sekolah, tetapi juga mulai membangun ekosistem kolaborasi dengan lembaga pendidikan di sekitarnya.
Salah satu momentum penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan MoU antara SMP Muhammadiyah 7 Blimbing dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNESA, Dr. Taufik Hidayat, M.Kes.
Kerja sama dengan perguruan tinggi ini menjadi langkah strategis SMP Mutu dalam memperluas jejaring akademik sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai program pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan olahraga, kesehatan, pengembangan potensi peserta didik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
MoU tersebut sekaligus memperlihatkan arah pengembangan SMP Mutu yang tidak ingin berjalan sendiri. Sekolah berupaya membangun jaringan kolaborasi mulai dari pemerintah, Persyarikatan, perguruan tinggi, dunia usaha, alumni, sekolah mitra, hingga masyarakat.
Momentum: Mutu Open House and Education Forum akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan para pemangku kepentingan pendidikan.
Forum tersebut memperlihatkan bahwa masa depan SMP Mutu adalah masa depan yang harus dibangun secara bersama-sama.
Pemerintah memiliki kebijakan dan dukungan program. Muhammadiyah memiliki kekuatan Persyarikatan dan jaringan Amal Usaha. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik. Dunia usaha memiliki potensi dukungan CSR. Alumni memiliki jaringan dan pengalaman. Sekolah mitra memiliki ruang kolaborasi. Sementara masyarakat dan wali murid menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan.
Semua elemen tersebut bertemu dalam satu ruang dengan satu semangat: mendorong pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan dengan masa depan.
SMP Mutu pun semakin menegaskan identitasnya sebagai sekolah yang ingin terus bergerak. Bukan sekadar menjadi sekolah yang dikenal karena namanya, tetapi sekolah yang dikenal karena karya, karakter, prestasi, jejaring, dan kontribusinya.
Momentum 12 September 2026 menjadi penanda bahwa SMP Mutu sedang membuka babak baru. Babak ketika sekolah tidak hanya menunggu masa depan datang, tetapi menyiapkan diri untuk menjemputnya.
Dengan semangat “Unggul Jiwanya, Unggul Raganya”, SMP Mutu ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki karakter, kompetensi, kepedulian, keberanian, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dari Blimbing untuk Lamongan. Dari Lamongan untuk Indonesia. Dan dari pendidikan yang berakar pada nilai, menuju generasi yang mampu berkontribusi secara universal.





0 Tanggapan
Empty Comments