Suasana pagi hari kedua Pendidikan dan Pelatihan Jaya Melati 1 Kwarda Hizbul Wathan Lamongan pada Ahad (14/6/2026) terasa tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.
Para peserta telah bangun sejak pukul 03.30 WIB untuk memulai rangkaian kegiatan dini hari dengan persiapan shalat Subuh berjamaah. Kedisiplinan waktu menjadi nilai utama yang langsung ditanamkan sejak awal hari kegiatan.
Pelaksanaan shalat Subuh berjamaah berlangsung di halaman Perguruan Muhammadiyah Sidokelar dengan suasana yang tenang dan tertata. Tugas imam, muazin, serta iqamah dipercayakan kepada peserta dari kelompok 1 putra sebagai bentuk latihan kepemimpinan dan tanggung jawab. Seluruh peserta mengikuti ibadah dengan khusyuk sebagai fondasi pembinaan spiritual dalam kegiatan diklat ini.
Usai shalat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit yang disampaikan oleh perwakilan kelompok 2 putra. Materi kultum disampaikan secara singkat, lugas, dan relevan dengan nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan. Penyampaian tersebut melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus memperkuat pemahaman keislaman peserta.
Kultum tambahan kemudian disampaikan oleh Ramanda Abidin sebagai penguatan nilai akhlak dalam proses pembinaan Jaya Melati 1. Ia menekankan bahwa kader Hizbul Wathan harus memiliki kepribadian yang baik, santun dalam bersikap, serta konsisten dalam perilaku sehari-hari. Nilai akhlak diposisikan sebagai pondasi utama sebelum kemampuan teknis kepanduan dikembangkan lebih jauh.
Ramanda Abidin juga mengingatkan bahwa peserta Jaya Melati 1 sedang dipersiapkan untuk menjadi pembina di lingkungan masing-masing. Peran pembina menuntut keteladanan nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh anak didik. Oleh karena itu, pembentukan karakter menjadi fokus penting dalam setiap rangkaian kegiatan pelatihan.
Nasihat yang disampaikan tersebut mendapat perhatian penuh dari para peserta. Mereka menyimak dengan serius sebagai bagian dari proses pendewasaan diri dalam organisasi kepanduan. Suasana hening dan tertib mencerminkan kesadaran peserta akan pentingnya pesan yang disampaikan.
Setelah rangkaian kegiatan ibadah dan pembinaan rohani selesai, peserta bersiap mengikuti kegiatan fisik. Senam pagi bersama menjadi agenda berikutnya untuk menjaga kebugaran tubuh. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh keceriaan dan antusiasme dari seluruh peserta.
Gerakan senam dipandu dengan irama yang membangkitkan semangat sejak pagi hari. Peserta mengikuti setiap gerakan dengan kompak dan penuh energi positif. Interaksi yang terjalin selama senam memperkuat rasa kebersamaan antarkelompok.
Senam pagi juga menjadi sarana penyegaran sebelum memasuki agenda pelatihan selanjutnya. Tubuh yang bugar membantu peserta tetap fokus dan siap mengikuti materi sepanjang hari. Keseimbangan antara pembinaan spiritual dan jasmani menjadi ciri khas kegiatan ini.
Panitia menyusun agenda hari kedua dengan memperhatikan aspek kedisiplinan, kesehatan, dan pembentukan karakter. Setiap kegiatan dirancang saling berkaitan dan mendukung tujuan utama pelatihan. Peserta diarahkan untuk belajar mengelola waktu sejak dini.
Kegiatan pagi hari ini menunjukkan komitmen Kwarda Hizbul Wathan Lamongan dalam mencetak kader pembina yang berintegritas. Proses pembinaan tidak hanya menekankan kemampuan teknis kepanduan, tetapi juga nilai moral dan spiritual. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan pembina yang seimbang antara ilmu dan akhlak.
Para peserta tampak semakin termotivasi mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya. Semangat yang tumbuh sejak pagi menjadi modal penting untuk menjalani pelatihan hingga selesai. Kebersamaan dan disiplin menjadi pengalaman berharga yang terus dibangun.
Dengan suasana yang tertib, hangat, dan penuh makna, hari kedua Diklat Jaya Melati 1 HW Lamongan dimulai dengan baik. Nilai ibadah, keteladanan, dan kebugaran terangkai dalam satu kesatuan kegiatan. Harapannya, seluruh peserta mampu membawa nilai tersebut dalam peran mereka sebagai kader dan calon pembina. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments