Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pasuruan menegaskan pentingnya Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sebagai wadah strategis pengaderan generasi muda Muhammadiyah. Melalui Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP), HW diharapkan mampu menyiapkan kader yang tangguh sekaligus menjaga keberlanjutan estafet kepemimpinan Persyarikatan.
Ketua PDA Kabupaten Pasuruan, Hj. Ifani, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan LKP yang digelar Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Kwarda HW) Pasuruan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad (9–11/10/2026), di kawasan Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang.
Pernyataan tersebut disampaikan Ifani saat diwawancarai wartawan PWMU.CO pada 13 Oktober 2026. Ia hadir bersama Bendahara PDA Kabupaten Pasuruan, Dra. Hj. Nurita Iza Rosdiani, serta Wakil Ketua PDA yang membidangi Majelis Tabligh dan Majelis Pembinaan Kader (MPK), Hj. Nurul Nur Aini Hidayati, yang juga menjadi pemateri pengaderan.
Pengaderan Sejak Dini untuk Menjawab Krisis Kader
Ifani mengungkapkan keprihatinannya terhadap regenerasi kader muda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, sejumlah kader yang telah dibina sejak usia sekolah mengalami penurunan keaktifan ketika memasuki usia dewasa, terutama setelah berkeluarga.
“Jadi, kegiatan LKP ini sangat bagus untuk pengaderan kita. Pada masa sekarang ini, agak terjadi krisis kader di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini hendaknya dilanjutkan dan para peserta dibebani komitmen agar tidak berhenti di tengah jalan karena kepentingan pribadi maupun hal lainnya,” ujarnya.
Ia menilai pengaderan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat. Diperlukan proses pembinaan yang terstruktur, berkesinambungan, serta mampu menumbuhkan komitmen kader untuk terus berkiprah di Persyarikatan.
“Ini menjadi harapan besar bagi kami yang sudah sepuh-sepuh ini. Kenyataan hari ini memang agak krisis kader muda Muhammadiyah di Kabupaten Pasuruan. Hal ini harus kita tingkatkan pelaksanaannya dan menjadi kewajiban bagi semua siswa di lembaga pendidikan Muhammadiyah,” tegasnya.
Menurutnya, LKP HW menjadi salah satu sarana penting untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan loyalitas kepada Persyarikatan sejak dini.
Dorong Hizbul Wathan Menjadi Ekstrakurikuler Wajib
Untuk memperkuat proses pengaderan, Ifani mendorong agar kegiatan kepanduan Hizbul Wathan dilaksanakan secara optimal di seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, hingga pondok pesantren.
Ia menjelaskan, secara administratif keberadaan HW telah dikenal di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Namun, pelaksanaannya perlu terus diperkuat agar tidak sekadar menjadi kegiatan formal, melainkan benar-benar menjadi bagian dari pembinaan karakter dan pengaderan.
“Sebagai awal pengaderan sejak dini, baik di SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi dan pesantren, ekstrakurikuler HW ini harus diterapkan secara wajib. Waktu ada Jambore tingkat Kabupaten Pasuruan kemarin, kontingen kita tampil menonjol dengan seragam khas HW-nya,” ungkapnya.
Ifani juga mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah dalam mengenalkan identitas dan kegiatan kepanduan resmi Muhammadiyah tersebut kepada para siswa.
“Kita membebankan kepada semua kepala sekolah bahwa di Muhammadiyah ada kepanduan resmi, yaitu Hizbul Wathan, yang harus terus dikenalkan,” tambahnya.
Tak hanya di jenjang pendidikan dasar dan menengah, PDA Kabupaten Pasuruan juga berupaya memperluas pengenalan HW hingga pendidikan anak usia dini. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) dan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) PDA Kabupaten Pasuruan.
Ifani mengungkapkan, pengenalan atribut dan aktivitas HW kepada anak-anak TK ‘Aisyiyah perlu dirancang secara bertahap dan terprogram.
“Kemarin kami sudah menyampaikan kepada IGABA agar nantinya lambat laun anak-anak TK ‘Aisyiyah juga dikenalkan atribut dan kegiatan HW. Waktu saya berkunjung ke Sidoarjo, saya melihat cucu saya yang masih TK sudah memakai seragam HW. Hal ini akan kami sampaikan dalam pertemuan IGABA agar terprogram dengan baik melalui Majelis PAUD Dasmen PDA Pasuruan,” jelasnya.
Menurutnya, pengenalan sejak usia dini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kedekatan anak-anak dengan kegiatan kepanduan Muhammadiyah sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sesuai tahap perkembangan mereka.
Menyiapkan Generasi Penerus Persyarikatan
Ifani menegaskan, PDA Kabupaten Pasuruan mendukung program-program Hizbul Wathan yang berorientasi pada pembinaan mental, spiritual, dan fisik peserta didik. Pembinaan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, percaya diri, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Lebih dari itu, pengaderan melalui HW diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas keislaman serta mendorong generasi muda untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan bagi kita, secara umum PDA Pasuruan sangat mendukung program HW dalam pembinaan mental, spiritual, dan fisik peserta didik. Terutama agar mereka lebih bangga menjadi orang Islam, melaksanakan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya, dan tentu dipersiapkan menjadi kader serta generasi penerus estafet kepemimpinan di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, demi berbakti kepada agama, bangsa, dan negara Indonesia yang sama-sama kita jaga dan cintai,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments